Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Filipina Dilanda Gempa 6.9SR: Sedikitnya 6 Meninggal, Bangunan Bersejarah Runtuh di Tengah Kepanikan Massal

01/10/2025 08:03
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Filipina Dilanda Gempa 6.9SR: Sedikitnya 6 Meninggal, Bangunan Bersejarah Runtuh di Tengah Kepanikan Massal (USGS)
Filipina Dilanda Gempa 6.9SR: Sedikitnya 6 Meninggal, Bangunan Bersejarah Runtuh di Tengah Kepanikan Massal (USGS)

(Taiwan, ROC) --- Guncangan seismik dahsyat berkekuatan magnitudo 6.9SR memorak-porandakan wilayah tengah Filipina pada Selasa malam (30/9), menewaskan sedikitnya enam orang, meruntuhkan bangunan-bangunan bersejarah, dan memicu kepanikan massal saat warga yang ketakutan berhamburan ke jalan-jalan yang gelap gulita.

Gempa, yang menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) berpusat di kedalaman dangkal 10 kilometer di lepas pantai Pulau Malapascua, terjadi pada pukul 21:59 waktu setempat. Kedangkalannya memperkuat daya rusak di daratan, mengubah malam yang tenang menjadi zona bencana dalam hitungan detik.

Pejabat mengonfirmasi bahwa wilayah utara Provinsi Cebu, khususnya kota San Remigio, menanggung dampak terparah. Wakil Wali Kota Alfie Reyne melaporkan bahwa di antara korban jiwa terdapat tiga personel penjaga pantai, seorang petugas pemadam kebakaran, dan seorang anak-anak. Empat jenazah dievakuasi dari puing-puing gimnasium yang ambruk, sementara sang anak tewas tertimpa reruntuhan bangunan.

Di seluruh provinsi, infrastruktur vital dan simbol-simbol komunitas tak luput dari amukan gempa. Di kota Bantayan, sebagian menara lonceng Gereja Santo Petrus dan Paulus yang ikonik runtuh, diiringi teriakan ngeri para saksi mata.

"Saya mendengar suara gemuruh keras dari arah gereja, lalu saya melihat batu-batu berjatuhan," tutur Martham Pacilan, seorang warga setempat. Pemandangan yang lebih menghancurkan terjadi di Daanbantayan, di mana Gereja Katedral Santa Rosa de Lima dilaporkan luluh lantak menjadi puing.

Gubernur Provinsi Cebu, Pamela Baricuatro, segera mengumumkan keadaan darurat dan memobilisasi upaya penyelamatan. "Kami telah mengirimkan tim penyelamat trauma, dokter dan perawat sedang menuju ke daerah bencana," ujarnya dalam sebuah wawancara radio.

Kekacauan meluas hingga ke pusat Kota Cebu. Guncangan hebat menghentikan sebuah kontes kecantikan yang sedang berlangsung dan menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran di Cebu serta pulau-pulau tetangga. Warga yang panik berkumpul di ruang terbuka, menjauhi gedung-gedung yang bergoyang hebat.

Meskipun USGS awalnya menyatakan tidak ada ancaman tsunami, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengeluarkan peringatan bagi warga di pesisir pantai Pulau Leyte, Cebu, dan Biliran sebagai tindakan pencegahan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解