(Taiwan, ROC) Acara ekonomi sirkular internasional paling berpengaruh "Forum Hotspot Ekonomi Sirkular 2025" yang akan berlangsung di Taipei pada 20 Oktober, menarik lebih dari 400 peserta dari 30 instansi pemerintah, akademisi, dan penelitian domestik. Taiwan secara aktif mempromosikan model ekonomi sirkular yang kongkrit dan layak di berbagai industri seperti semikonduktor, tekstil, dan pertanian. Forum ini tidak hanya akan memamerkan pencapaian Taiwan tetapi juga berfungsi sebagai platform penting untuk mempromosikan kerja sama regional di kawasan Asia-Pasifik dan memperkuat pengaruh Taiwan dalam ekonomi sirkular global.
Dirintis oleh Belanda, "Circular Economy Hotspot " untuk pertama kalinya berpindah ke kawasan Asia-Pasifik pada tahun ini, tuan rumah penyelenggara adalah Taiwan, secara bersamaan menggelar "Forum Ekonomi Sirkular Asia-Pasifik ke-2". Acara ganda ini akan berlangsung di Taman Budaya Kreatif Songshan, dari tanggal 20-23 Oktober 2025. Acara ini diorganisir oleh Kementerian Lingkungan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perekonomian, dan Circular Taiwan Network. Ke-4 panitia penyelenggara mengadakan konferensi pers pada hari Rabu ini (1/10).
CEO Circular Taiwan Network, Shadow Chen (陳惠琳) menyampaikan, acara ini akan menampilkan 18 ajang forum, yang menarik total 400 peserta dari kalangan akademisi, lembaga pemikir, instansi pemerintah, dan profesional bisnis dari 30 negara dan wilayah. Hampir 100 pembicara akan membawa perspektif internasional, dan Program Pembangunan PBB juga akan berpartisipasi. Acara ini juga akan menampilkan kunjungan lapangan 6 industri utama: pertanian, tekstil, teknologi tinggi dan elektronik, konstruksi, plastik dan kemasan, serta budaya dan regenerasi komunitas. Kunjungan ini akan mencakup kunjungan ke pusat manufaktur non limbah terbaru milik TSMC, sebuah pertanian cerdas tanpa limbah, dan model ekonomi sirkular yang mana botol PET daur ulang digunakan dalam produksi tekstil.
Sekjen Badan Pengembangan Industri Kementerian Perekonomian, Chen Kuo-hsuan (陳國軒) mengatakan, ekonomi sirkular merupakan bagian integral dari transisi menuju nol bersih. Kementerian Perekonomian secara aktif membantu industri manufaktur dalam mengubah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat. Setelah bertahun-tahun bekerja keras, tingkat pemanfaatan kembali limbah industri Taiwan telah mencapai 81,7%, dengan nilai pemulihan sumber daya keseluruhan sebesar NT$80,63 miliar. Ia mencontohkan industri semikonduktor, dengan mencatat bahwa manufaktur semikonduktor menggunakan asam sulfat dengan kemurnian tinggi dalam jumlah yang signifikan, sehingga menghasilkan lebih dari 300.000 ton limbah asam sulfat yang dibuang setiap tahunnya. Sebelumnya, limbah ini hanya dapat diubah menjadi amonium sulfat, suatu pupuk, melalui netralisasi asam-basa. Saat ini, melalui ekstraksi ulang dan pemurnian, limbah ini dapat diproduksi kembali menjadi asam sulfat kelas elektronik dengan kemurnian tinggi yang memenuhi spesifikasi manufaktur semikonduktor.
Chen Kuo-hsuan mengatakan, "Asam sulfat berkualitas tinggi seperti itu, ketika kemurniannya diturunkan, akhirnya digunakan sebagai pupuk. Kini, Kementerian Perekonomian memberikan panduan dan bantuan untuk meningkatkan apa yang dianggap sebagai limbah, mengubah dan memurnikannya kembali menjadi asam sulfat elektronik, untuk menciptakan siklus yang baik."
Chen Kuo-hsuan menunjukkan bahwa dengan percepatan transisi energi global, model tenaga surya, papan turbin angin, dan baterai kendaraan listrik yang sudah tidak digunakan lagi, akan menghasilkan limbah dalam jumlah yang sangat besar. Forum ini juga akan melibatkan industri, pemerintah, akademisi, dan penelitian untuk mengeksplorasi cara mengubah tantangan menjadi peluang bisnis hijau dan membangun ekosistem ekonomi sirkular.
Direktur Jenderal Badan Pengelolaan Sumber Daya dan Limbah Kementerian Lingkungan, Lai Yin-yin (賴瑩瑩) menunjuk, draf "Peta Jalan Ekonomi Sirkular Taiwan" akan dirilis di forum tersebut. Peta jalan ini akan didorong oleh dua poros, yaitu emisi nol bersih dan sirkular, mengunci tujuan jangka panjang tahun 2050, dan menguraikan rencana aksi komprehensif sebagai peta biru penting bagi kebijakan daur ulang sumber daya di masa mendatang.