(Taiwan, ROC) --- Harga emas internasional kembali mengukir sejarah! Pada Selasa pagi hari (7/10), pukul 08:15 waktu Taiwan, harga emas berjangka AS sempat melonjak melewati ambang batas psikologis US$4.000 per ons, mencapai puncaknya di US$4.000,05.
Meskipun sempat terkoreksi dan berfluktuasi di sekitar US$3.983,15, pencapaian ini menegaskan dominasi emas sebagai aset yang paling dicari. Sejak awal tahun, harga logam mulia ini telah membukukan kenaikan kumulatif yang fantastis, hampir 50%, menjadikannya sorotan utama di pasar keuangan global.
Para analis sepakat bahwa lonjakan harga emas yang tak terbendung ini merupakan cerminan dari kompleksitas ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang kerap memicu gejolak, ditambah dengan kebijakan penurunan suku bunga yang konsisten oleh Federal Reserve (Fed), telah menciptakan lingkungan yang mendorong investor mencari perlindungan.
Tak hanya itu, agresivitas bank sentral di berbagai negara dalam meningkatkan cadangan emas mereka, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS, turut menjadi pendorong kuat di balik reli harga ini.
Daya tarik emas sebagai pelindung nilai (safe haven) semakin bersinar di tengah gejolak kepercayaan pasar. Situasi krisis penutupan pemerintahan AS, yang berujung pada penangguhan publikasi data ekonomi krusial, semakin memperkeruh suasana dan mengikis kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Amerika.
Dalam kondisi seperti ini, dana-dana investasi secara masif beralih ke aset defensif seperti emas, menjadikannya pilihan utama untuk lindung nilai di tengah badai ketidakpastian.