(Taiwan, ROC)-- Presiden Taiwan Lai Ching-te (賴清德) menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Australia Scott Morrison serta para tamu kehormatan peserta “Taipei Security Dialogue 2025” hari ini (9/10). Dalam kesempatan itu, Presiden Lai menyampaikan terima kasih kepada para perwakilan dari berbagai negara yang datang ke Taiwan untuk berbagi pengalaman berharga dan memperkuat kerja sama antarnegara demokratis sebagai bentuk dukungan nyata bagi Taiwan.
Presiden menegaskan bahwa Taiwan akan secara aktif mengembangkan kekuatan pertahanan asimetris dan mendorong industri pertahanan yang lebih kompetitif, agar mampu melindungi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan. Ia juga menekankan tekad Taiwan untuk menjadi mitra keamanan yang dapat dipercaya bagi negara-negara sahabat.
Lembaga Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional (INDSR) pada 8 Oktober telah menggelar “Taipei Security Dialogue 2025”, yang mengundang pejabat, akademisi, dan pakar keamanan dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, serta Australia. Forum ini berfokus pada pembahasan kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.
Presiden Lai menegaskan bahwa anggaran pertahanan Taiwan tahun depan akan melampaui 3% dari PDB, sesuai standar NATO, dan ditargetkan mencapai 5% pada tahun 2030, sebagai wujud tekad kuat Taiwan untuk mempertahankan diri dan menjaga stabilitas di Selat TaiwanPresiden Lai mengungkapkan, “Kami akan terus mengembangkan kekuatan pertahanan asimetris, membangun sistem pertahanan cerdas, memperkuat daya saing industri pertahanan, serta meningkatkan ketahanan nasional secara menyeluruh. Upaya ini bukan hanya untuk melindungi nilai-nilai kebebasan dan demokrasi, tetapi juga untuk menjadikan Taiwan mitra keamanan yang dapat diandalkan oleh negara-negara sahabat dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.”