Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

Presiden Lai: Taiwan akan Terus Memperkuat Pertahanan Nasional dan Menjadi Mitra Keamanan Yang Terandalkan

09/10/2025 15:26
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Presiden Lai Ching-te bertemu dengan tamu peserta “Taipei Security Dialogue 2025” (foto: Istana Kepresidenan)
Presiden Lai Ching-te bertemu dengan tamu peserta “Taipei Security Dialogue 2025” (foto: Istana Kepresidenan)

(Taiwan, ROC)-- Presiden Taiwan Lai Ching-te (賴清德) menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Australia Scott Morrison serta para tamu kehormatan peserta “Taipei Security Dialogue 2025” hari ini (9/10). Dalam kesempatan itu, Presiden Lai menyampaikan terima kasih kepada para perwakilan dari berbagai negara yang datang ke Taiwan untuk berbagi pengalaman berharga dan memperkuat kerja sama antarnegara demokratis sebagai bentuk dukungan nyata bagi Taiwan.

Presiden menegaskan bahwa Taiwan akan secara aktif mengembangkan kekuatan pertahanan asimetris dan mendorong industri pertahanan yang lebih kompetitif, agar mampu melindungi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan. Ia juga menekankan tekad Taiwan untuk menjadi mitra keamanan yang dapat dipercaya bagi negara-negara sahabat.

Lembaga Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional (INDSR) pada 8 Oktober telah menggelar “Taipei Security Dialogue 2025”, yang mengundang pejabat, akademisi, dan pakar keamanan dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, serta Australia. Forum ini berfokus pada pembahasan kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.Dalam pidatonya, Presiden Lai menyampaikan apresiasi kepada Scott Morrison, Ketua American Conservative Union Matt Schlapp, serta Ketua American Defense International Van D. Hipp, atas dukungan mereka yang konsisten bagi Taiwan di tingkat internasional.

Presiden Lai menegaskan bahwa anggaran pertahanan Taiwan tahun depan akan melampaui 3% dari PDB, sesuai standar NATO, dan ditargetkan mencapai 5% pada tahun 2030, sebagai wujud tekad kuat Taiwan untuk mempertahankan diri dan menjaga stabilitas di Selat TaiwanPresiden Lai mengungkapkan, “Kami akan terus mengembangkan kekuatan pertahanan asimetris, membangun sistem pertahanan cerdas, memperkuat daya saing industri pertahanan, serta meningkatkan ketahanan nasional secara menyeluruh. Upaya ini bukan hanya untuk melindungi nilai-nilai kebebasan dan demokrasi, tetapi juga untuk menjadikan Taiwan mitra keamanan yang dapat diandalkan oleh negara-negara sahabat dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.”

 

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x