Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Pidato Ketua Panitia Pelaksana HUT ROC ke-114, Han Kuo-yu 

10/10/2025 13:24
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Perayaan Hari Nasional ke-114, Ketua Yuan Legislatif, Han Kuo-yu selaku Ketua Panitia Pelaksana HUT ROC ke -114 menyampaikan pidatonya, mengajak semua ikut merayakan HUT Republik Tiongkok.
Perayaan Hari Nasional ke-114, Ketua Yuan Legislatif, Han Kuo-yu selaku Ketua Panitia Pelaksana HUT ROC ke -114 menyampaikan pidatonya, mengajak semua ikut merayakan HUT Republik Tiongkok.

Pidato Ketua Panitia Pelaksana HUT ROC ke-114, Han Kuo-yu 

Hari ini, sangat berbangga dapat berdiri di sini di bawah langit biru yang cerah, berkumpul dengan saudara-saudara, tamu-tamu terhormat dari negara-negara sahabat dan sesama perantauan Tionghoa untuk bersama-sama merayakan ulang tahun Republik Tiongkok (ROC) ke-114. Mari kita semua mendoakan agar Republik Tiongkok tercinta selalu dalam keadaan baik, sehat, masyarakat sejahtera, selamat ulang tahun.

Secara khusus menyambut Presiden Lai Ching-te, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim, mantan Presiden Chen Shui-bian, mantan Presiden Tsai Ing-wen, Perdana Menteri Cho Jung-tai dan jajaran Yuan Eksekutifnya, perwakilan dari 5 Ketua Yuan, Wakil Ketua Yuan Legislatif Jhonny Chiang beserta 77 anggota legislatifnya, para wali kota dan kepala dewan kota, saudara-saudari yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti perayaan hari nasional secara daring, mari bersama merayakan momen akbar iniHari ini patut dikenang oleh seluruh masyarakat Taiwan, setiap tahun pada hari ini, lautan bendera berkibar pada perayaan hari nasional 10 Oktober, mengingatkan kepada 23 juta jiwa masyarakat Taiwan bahwa, di bawah perlindungan Republik Tiongkok, Taiwan telah melewati berbagai krisis dan lika-liku yang tak terhitung jumlahnya untuk mempertahankan kebebasan di tanah ini. Masa 60 tahun terakhir, masyarakat Taiwan, Penghu, Kinmen, dan Matsu tidak mengenal perang, kelaparan, atau kemiskinan, di bawah bendera Republik, yang dipadukan dengan kekompakkan, membentuk perisai emas yang melindungi dari segala rintangan, memastikan stabilitas dan kemakmuran selama hampir 70 tahun. Bukan sekedar TSMC, Fo Guang Shan, dan Tzu Chi yang tersohor di mata dunia internasional, tidak hanya gereja-gereja Kristen dan Katolik yang berdedikasi, tidak hanya para atlet yang berjuang di lapangan, tidak hanya tentara yang mempertaruhkan nyawa mereka setiap saat, tetapi setiap orang yang mencintai negara dan keluarga kita, setiap orang yang tinggal di pelosok dunia tetapi selalu memiliki hati yang terhubung dengan Republik Tiongkok, adalah kekuatan yang melindungi tanah suci ini. 

Masih ingta sewaktu saya masih muda, ada sebuah lagu yang kerap kali dinyanyikan, dibawakan oleh penyanyi Fei Yu-ching, yang berjudul "Guo En Jia Qing". 

Hari ini, ketika saya menyanyikan lagu ini lagi, dalam benak saya terlintas, bukan lagi lautan bendera yang berkibar di hadapan saya, melainkan orang-orang yang berbaris di sepanjang jalan dan stasiun kereta menuju Hualien. Para pahlawan sekop, membawa peralatan dan tas, meninggalkan segalanya dan bergegas ke lokasi kejadian. Saya sekali lagi menyampaikan rasa hormat saya yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang telah berkontribusi secara finansial dan fisik kepada daerah-daerah yang dilanda bencana baru-baru ini di bagian tengah dan selatan, dan desa Guangfu di Hualien. Anda adalah orang-orang yang memulihkan tanah air, menyelamatkan saudara-saudari senegara." 

Selama setahun terakhir, lebih dari sekadar desa Guangfu di Hualien di Taiwan yang perlu dipulihkan. Bahkan hingga saat ini, daerah pedesaan di Taiwan tengah dan selatan, yang juga rusak parah akibat banjir dan topan, masih dalam proses rekonstruksi yang sulit dan melelahkan. Bursa saham telah melonjak di atas 26.000 poin, tapi gaji pekerja yang kurang dari NT$30.000  melampaui dari 1,2 orang, belum lagi gunung, hutan, dan lahan pertanian yang hancur akibat panel surya, lembah Meinong yang digali secara ilegal oleh pengusaha yang tidak berakhlak, komunitas masyarakat yang terkoyak karena pemakzulan, kemungkinan perang yang diperparah oleh desinifikasi, kebijakan energi yang dihambat oleh ideologi, dan masa depan Taiwan yang dikorbankan karena negosiasi tarif. Semua yang tersebut di atas, lahan yang perlu kita perbaiki, semua yang tidak terlihat dengan kasat mata, seperti danau gempa yang sekali jebol bisa menenggelamkan seluruh Taiwan. 

Oleh karena itu, dibandingkan dengan menyambut HUT ROC ke-114, masih banyak pekerjaan sulit yang perlu dikerjakan

Kita perlu dalam waktu singkat untuk mengubah danau gempa yang tidak terlihat oleh kasat mata menjadi gunung pelindung negeri.

Pepatah "Mengharapkan cuaca baik bergantung pada Tuhan, namun kedamaian dan kemakmuran masyarakat bergantung pada diri sendiri", eksistensi Republik Tiongkok selalu maju melewati masa-masa sulit, gangguan internal dan eksternal, dan terus maju menuju masa depan. Selama 114 tahun berjalan, dari generasi ke generasi, bagaikan pahlawan sekop, bekerja dengan giat, memperbaiki, mereka menerobos berbagai hambatan, mengatasi berbagai kendala, hadirnya kamu, saya dan dia serta semua lapisan industri, petani dan pedagang, baru dapat menciptakan pulau Taiwan yang damai dan makmur hari ini. Untuk menjaga perdamaian dan kemakmuran Taiwan, selain harus bersyukur dan terus berupaya, juga harus bersiaga menghadapi bahaya di masa damai.

Dalam perjalanan menuju demokrasi dan kebebasan, kita tidak boleh membiarkan 3 hambatan, yaitu perang lintas selat, perpecahan parpol, dan kerugian tarif yang dapat mengikis masa depan Taiwan. Kami berharap melalui reformasi parlemen lebih lanjut dan kerja sama antarpartai, kami dapat mewujudkan pemerintahan rakyat yang berintegritas politik, berkeadilan hukum, meritokrasi, dan mengutamakan 23 juta warga Taiwan, juga berharap dengan bantuan dari semua pahlawan sekop dan pengawasan yang ada, mari kita semua bekerja sama untuk menghilangkan ancaman dan bahaya terselubung dari 3 hambatan ini dan membangun gunung pelindung perdamaian, persatuan, dan kemakmuran bagi Taiwan, Penghu, Kinmen, dan Matsu. Mari kita terus ciptakan keajaiban, mengejar demokrasi, dan merangkul kebebasan di tanah ini, hingga tiba saatnya, kita baru benar-benar mewujudkan harapan seperti lirik lagu "Kuo En Jia Qing" yang menuliskan "家家歡慶樂陶陶 setiap keluarga bersuka cita"

Pada hari yang tak terlupakan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada 23 juta warga Taiwan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat Tionghoa perantauan kami dari seluruh pelosok negeri. Kalian semua adalah keluarga kami yang paling kami sayangi. Di bawah bendera Republik Tiongkok, kita terhubung oleh darah dan sehati. Kami menyambut kalian semua untuk sering pulang! Republik Tiongkok selalu menyambut semua sahabat Tionghoa perantauan kami dan semua sahabat dari mancanegara!

Saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada kru yang bertugas dalam perayaan Hari Nasional tahun ini. Berkat dedikasi dan kerja keras kalian, sukses merayakan hari nasional ke-114 dengan gemilang. Kami telah dapat merasakan kegembiraan, rasa syukur negara kita, dan kegembiraan keluarga kita, serta menemukan kembali perasaan asli berdirinya Republik Tiongkok.

Akhir kata, jangan lupa "Republik Tiongkok adalah negara kita, Taiwan yang indah adalah rumah kita, budaya Republik Tiongkok menjadi akar kita, dan demokrasi serta kebebasan adalah harta kita." Sekali lagi, saya mendoakan Republik Tiongkok agar makmur dan Tuhan memberkatinya! Saya mendoakan semua warga negara dan sahabat di dalam dan luar negeri agar selalu sehat dan sukses! Selamat ulang tahun, Republik Tiongkok!

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解