(Taiwan, ROC) —- Baru-baru ini, sebuah insiden kekerasan seksual terjadi di Stasiun TMS (Taipei Main Station). Menjelang libur panjang Hari Nasional, keramaian membludak. Seorang pria berbaju putih, yang diduga menyamar sebagai tunawisma, melecehkan seorang wanita yang mabuk dan tergeletak di aula. Ia menyeret wanita itu ke samping dan menyetubuhinya di depan umum selama 10 menit tanpa ada yang menghentikan.
Setelah kejadian itu, polisi menemukan bahwa pria tersebut adalah buronan yang dicari oleh Kantor Kejaksaan Distrik Taoyuan.
Ada sekitar 220 tunawisma terdaftar di Kota Taipei yang berkumpul di sekitar Stasiun TMS. Keberadaan mereka selama bertahun-tahun telah menjadi masalah keamanan publik. Dinas Sosial akan menyelidiki apakah pria tersebut terdaftar sebagai tunawisma.
Dinas Sosial Kota Taipei menyatakan bahwa berdasarkan statistik, saat ini terdapat total 403 tunawisma terdaftar di seluruh kota, di mana lebih dari setengahnya, yaitu 220 orang, telah lama berkumpul di sekitar Stasiun TMS, menjadikannya area dengan konsentrasi tertinggi di Kota Taipei.
Kini, tersangka diduga menyamar sebagai tunawisma, berkeliaran di dalam dan sekitar stasiun, serta melakukan kejahatan. Statusnya sebagai tunawisma terdaftar masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Namun, karena mobilitas tunawisma yang tinggi, sulit untuk sepenuhnya mengidentifikasi mereka. Pengelolaan dan pembinaan menjadi tantangan mendesak bagi unit terkait, dan juga meningkatkan kesulitan dalam menjaga keamanan publik di sekitar stasiun.
Insiden ini terjadi pada tanggal 9 Oktober 2025 sekitar pukul 16:22 sore, saat puncak transportasi libur panjang Hari Nasional. Seorang wanita di Stasiun Taipei diduga mabuk dan terjatuh. Pria berbaju putih mengambil kesempatan itu untuk menarik wanita tersebut ke dinding sisi timur dan melecehkannya.
Tindakannya sangat keterlaluan. Selama kejadian, banyak penumpang yang lewat tetapi tidak ada yang campur tangan untuk menghentikan. Hingga seorang turis asal Malaysia menyaksikan dan merasa ada yang tidak beres, ia meminta temannya untuk melapor ke polisi, barulah polisi segera tiba di lokasi.
Biro Kepolisian Kereta Api Taiwan menyatakan bahwa setelah menerima laporan, petugas segera tiba di lokasi, melumpuhkan dan menangkap pria berbaju putih di tempat, serta mengonfirmasi identitasnya sebagai buronan yang pernah dikeluarkan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Taoyuan.