(Taiwan, ROC) —– Sebuah insiden kekerasan seksual (pemerkosaan) mengejutkan yang melibatkan seorang buronan di lobi Stasiun TMS (Taipei Main Station) kini menjadi perhatian publik setelah video kejadian tersebut tersebar luas di media sosial.
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW) mengeluarkan peringatan keras, menegaskan bahwa tindakan penyebaran video tersebut merupakan pelanggaran hukum serius yang dapat diancam hukuman penjara hingga lima tahun.
Insiden tragis ini terungkap setelah Kepolisian Kereta Api Taiwan menerima laporan pada 9 Oktober 2025, pukul 16:22 sore.
Laporan tersebut menyebutkan seorang wanita yang diduga dalam kondisi mabuk diseret dan diperkosa oleh seorang pria di area publik stasiun. Petugas yang tiba di lokasi berhasil menangkap pelaku, yang kemudian teridentifikasi sebagai seorang buronan. Kasus ini telah diserahkan sepenuhnya kepada Kantor Kejaksaan Distrik Taipei untuk penyelidikan lebih lanjut.
Menyikapi maraknya penyebaran video insiden tersebut, MOHW melalui siaran pers mendesak masyarakat untuk tidak mengunduh, mereproduksi, meneruskan, atau membagikan konten seksual terkait.
Peringatan ini bertujuan utama untuk mencegah trauma sekunder bagi korban. Selain itu, masyarakat juga dilarang keras melakukan doxing, membahas, atau mengungkapkan identitas pribadi korban.
Pelanggaran terhadap imbauan ini dapat berujung pada hukuman pidana maksimal lima tahun penjara.
Pusat Penanganan Konten Seksual telah menerima aduan terkait video ini dan akan segera memberitahu penyedia platform untuk membatasi penayangan atau menghapus konten sesuai Pasal 13 Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Kejahatan Seksual.
Wakil Direktur Perlindungan, Guo Cai-rong (郭彩榕), menambahkan bahwa platform yang tidak kooperatif akan menghadapi denda administratif antara NT$60.000 hingga NT$600.000, dengan kemungkinan denda berulang, bahkan hingga pemblokiran akses.
Yang lebih memprihatinkan, insiden yang terjadi di lobi stasiun yang ramai menjelang libur panjang ini, tidak menunjukkan adanya intervensi langsung dari para pejalan kaki.
Situasi ini memicu kecaman dan menyoroti sikap cuek serta kesalahpahaman masyarakat terhadap kekerasan seksual.