(Taiwan, ROC) —- Epidemi flu musiman terus berlanjut di Taiwan. Pada Selasa kemarin (21/10), Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan (CDC) mengumumkan data pemantauan terbaru, yang menunjukkan penambahan 53 kasus flu parah dan 10 kasus kematian pada minggu lalu.
Di antara kasus kematian termuda adalah seorang pria berusia 40-an dari wilayah utara Taiwan yang belum menerima vaksin flu musim ini. Setelah terinfeksi, kondisinya memburuk dengan cepat, dan ia meninggal dunia pada hari kelima rawat inapnya.
Direktur CDC, Kuo Hung-wei (郭宏偉), menyatakan bahwa pemantauan pada minggu lalu menunjukkan 128.915 kunjungan rawat jalan dan gawat darurat untuk kasus mirip flu, menurun 7,8% dibandingkan minggu sebelumnya.
Namun, pada minggu lalu, masih ada penambahan 53 kasus flu parah, termasuk 15 kasus H1N1, 29 kasus H3N2, 7 kasus tipe A yang belum terklasifikasi, dan 2 kasus tipe B.
Bersamaan dengan itu, terdapat 10 kasus kematian, di antaranya 5 kasus H1N1, 4 kasus H3N2, dan 1 kasus tipe A yang belum terklasifikasi. Saat ini, epidemi flu di dalam negeri masih berada dalam periode puncak.
Dokter Lin Yung-ching (林詠青) menjelaskan bahwa kasus kematian termuda adalah seorang pria berusia 40-an dari wilayah utara, yang memiliki riwayat diabetes dan penyakit hati kronis, serta belum menerima vaksin flu musim ini.
Pasien tersebut mulai mengalami gejala batuk dan sesak napas dua hari sebelum dirawat inap. Meskipun sempat berobat ke klinik, gejalanya tidak membaik. Ketika tiba di unit gawat darurat pada pertengahan Oktober, ia sudah mengalami kadar oksigen darah rendah. Hasil rontgen dada menunjukkan infiltrasi paru-paru bilateral, dan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan sel darah putih, indeks peradangan, serta kadar gula darah. Ia didiagnosis menderita pneumonia dan komplikasi akut diabetes.
Lin Yung-ching lebih lanjut menjelaskan bahwa meskipun pasien tersebut dirawat di unit perawatan intensif dan diberikan antibiotik serta obat antivirus flu, gejala pneumonianya terus memburuk. Ia juga mengalami hipoksemia yang disertai syok septik, dan akhirnya meninggal dunia pada hari kelima rawat inapnya. Penyebab utama kematian adalah pneumonia.
Wakil Ketua CDC, Tseng Shu-hui (曾淑慧), menyatakan bahwa berdasarkan analisis model matematika, diperkirakan jumlah kunjungan rawat jalan dan gawat darurat untuk kasus mirip flu dalam empat minggu ke depan akan menunjukkan tren berfluktuasi atau menurun perlahan.
Pada pertengahan November, perkiraan jumlah kunjungan rawat jalan dan gawat darurat untuk kasus mirip flu adalah sekitar 100.000. Setelah pertengahan November, jumlah kunjungan untuk kasus mirip flu mungkin akan berfluktuasi atau meningkat perlahan, dan akan mulai meningkat lebih signifikan pada awal hingga pertengahan Desember, mencapai puncaknya menjelang atau setelah Tahun Baru Imlek.
Seiring dengan mendekatnya liburan Hari Restorasi, Tseng Shu-hui mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan tangan dan etika batuk saat bepergian atau berkumpul. Terapkan kebiasaan mencuci tangan secara teratur, memakai masker jika mengalami gejala mirip flu seperti demam dan batuk, serta beristirahat di rumah saat sakit.
Jika muncul tanda-tanda bahaya, seperti napas cepat, kesulitan bernapas, sianosis, dahak berdarah, nyeri dada, perubahan kesadaran, atau tekanan darah rendah, segera cari pertolongan medis.