(
Wapres Hsiao dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun Taiwan menghadapi perlakuan yang tidak adil di kancah internasional, Taiwan tetap secara aktif berkontribusi bagi masyarakat global. Pengalaman tersebut, ujarnya, semakin menunjukkan ketangguhan demokrasi. Wapres Hsiao berharap GCTF dapat terus bersinar di decade berikutnya, dengan membawa semangat kepercayaan dan kemitraan dalam menghadapi berbagai tantangan di kemudian hari.
Wapres Hsiao Bi-khim (蕭美琴) menyampaikan bahwa berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat internasional saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja, melainkan harus diatasi melalui kerja sama di antara mitra yang saling percaya dan berbagi nilai yang sama. Namun, dirinya juga menyoroti bahwa dalam hal partisipasi internasional, sebagian besar masyarakat Taiwan merasakan bahwa Taiwan belum diperlakukan secara adil oleh komunitas global.
Wapres Hsiao menunjukkan, rasa kecewa tersebut tidak menghalangi Taiwan untuk terus menjadi kekuatan positif bagi masyarakat internasional. Taiwan ingin membantu, dan terus berkontribusi tanpa henti. Upaya berkelanjutan ini membuktikan bahwa Taiwan adalah anggota komunitas demokrasi global yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan proaktif. Pengalaman Taiwan juga menunjukkan ketangguhan sistem demokrasi yang dimilikinya.
Menatap masa depan, Wapres berharap GCTF dapat terus memperdalam kerja sama di berbagai bidang seperti tata kelola kecerdasan buatan (AI), keamanan rantai pasokan, dan bantuan kemanusiaan. Wapres Hsiao juga mendorong partisipasi aktif generasi muda, lembaga pemikir, serta mitra dari masyarakat sipil untuk bersama-sama menghadapi tantangan yang muncul dari ekspansi rezim otoriter, penyebaran disinformasi, dan krisis iklim.
GCTF didirikan pada tahun 2015 oleh Taiwan dan Amerika Serikat (AS), kemudian Jepang, Australia, dan Kanada secara bertahap bergabung sebagai mitra resmi. Sejak berdiri, GCTF telah menyelenggarakan hampir seratus lokakarya internasional, dengan topik yang mencakup keamanan siber, kesehatan masyarakat, dan ketahanan rantai pasokan, serta menarik peserta dari lebih dari 135 negara dengan total lebih dari 10.000 peserta.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan menilai bahwa GCTF telah menjadi platform penting untuk menunjukkan dukungan Negeri Paman Sam dan mitranya terhadap Taiwan, memperluas ruang internasional Taiwan, sekaligus memperkuat ketahanan dalam menghadapi tantangan global.