(Taiwan, ROC) --- LINE Corporation, raksasa platform pesan instan, telah mengumumkan serangkaian perubahan fundamental yang akan diimplementasikan secara bertahap. Kebijakan-kebijakan baru ini menandai sebuah era transformasi signifikan bagi jutaan penggunanya, mencakup aspek teknis, fungsionalitas inti, model bisnis, hingga aksesibilitas lintas platform. Pengguna diimbau untuk memberikan perhatian khusus terhadap pengumuman ini guna memastikan kelancaran komunikasi di masa mendatang.
Perubahan paling mendesak yang memerlukan tindakan segera adalah penghentian dukungan untuk aplikasi versi lama. Terhitung mulai 4 November 2025, LINE secara resmi tidak akan lagi mendukung aplikasi versi 13.20.0 ke bawah.
Konsekuensinya, pengguna yang tidak memperbarui aplikasi mereka ke versi 13.21.0 atau yang lebih baru akan kehilangan kemampuan untuk mengirim dan menerima pesan. Kebijakan ini juga diiringi dengan peningkatan persyaratan sistem operasi minimum, yang kini menuntut iOS 15 atau iPadOS 15 ke atas bagi pengguna Apple, serta Android 8.0 ke atas untuk perangkat lainnya.
Selanjutnya, fungsionalitas inti Unsend juga akan mengalami revisi besar. Mulai Desember 2025, jendela waktu untuk menarik kembali pesan yang telah terkirim akan dipersingkat secara drastis dari 24 jam menjadi hanya 1 jam.
Aturan yang telah diuji coba di Jepang dan Thailand ini menuntut tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi dari pengguna saat berkomunikasi, karena ruang untuk mengoreksi kesalahan kini menjadi jauh lebih sempit.
Sejalan dengan pergeseran strategis ke model bisnis freemium, LINE juga bersiap meluncurkan sistem keanggotaan berbayar bernama LINE Premium pada paruh pertama tahun 2026.
Dengan biaya langganan bulanan, keanggotaan ini akan membuka akses ke serangkaian fitur eksklusif, mulai dari opsi pencadangan data yang lebih superior dan kemampuan menyimpan file video langsung ke album, hingga pilihan personalisasi yang lebih kaya untuk halaman profil, termasuk ikon aplikasi dan jenis huruf yang dapat diubah sesuai selera.
Kebijakan lain yang memicu diskusi luas di kalangan pengguna profesional adalah rencana penghentian total layanan versi web LINE untuk Chrome. Langkah yang dijadwalkan terealisasi pada paruh pertama tahun 2026 ini akan mengarahkan pengguna untuk beralih sepenuhnya ke aplikasi desktop jika ingin mengakses LINE dari komputer.
Meskipun sempat ditunda dari jadwal semula akibat protes pengguna, keputusan ini menandai akhir dari era akses berbasis web yang fleksibel, sebuah perubahan yang dikhawatirkan akan memengaruhi alur kerja sebagian pengguna.
Secara kolektif, rangkaian kebijakan ini menegaskan visi baru LINE dalam menyeimbangkan inovasi, keamanan, dan monetisasi, sekaligus mendorong penggunanya untuk beradaptasi dengan ekosistem digital yang terus berevolusi.