Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Jangan Coba-Coba! Nekat Bawa Atau Masukkan Daging ke Taiwan, Denda Jutaan NT$ dan Penjara Siap Menanti! Tidak Ada Kata “Tidak Tahu”  

28/10/2025 11:41
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Jangan Coba-Coba! Nekat Bawa Atau Masukkan Daging ke Taiwan, Denda Jutaan NT$ dan Penjara Siap Menanti! Tidak Ada Kata “Tidak Tahu”  (Unsplash)
Jangan Coba-Coba! Nekat Bawa Atau Masukkan Daging ke Taiwan, Denda Jutaan NT$ dan Penjara Siap Menanti! Tidak Ada Kata “Tidak Tahu” (Unsplash)

(Taiwan, ROC) --- Dalam upaya membendung penyebaran Demam Babi Afrika (ASF), Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan meningkatkan intensitas pengawasan di seluruh gerbang masuk negara (Taiwan). Selama periode libur tiga hari dari 24 hingga 26 Oktober, ada lebih dari 4.000 paket telah melalui pemeriksaan manual.

Hasilnya, petugas menemukan empat kasus penyelundupan produk olahan babi dengan total berat mencapai 6,7 kilogram, yang semuanya dibawa masuk oleh penumpang. Barang sitaan tersebut mencakup bakcang, kue bulan, dan sosis babi yang berasal dari Tiongkok, Hong Kong, dan Vietnam.

Menanggapi situasi ini, Menteri Keuangan Chuang Tsui-yun (莊翠雲) melakukan inspeksi langsung ke Kantor Bea Cukai Taipei untuk meninjau kesiapan petugas di lapangan.

Beliau menginstruksikan jajarannya untuk menerapkan sikap standar tinggi, spesifikasi tinggi, dan kewaspadaan tinggi dalam memeriksa barang berisiko, terutama yang berasal dari platform e-commerce.

"Lakukan pemeriksaan dan penjatuhan sanksi yang tegas tanpa ada kelonggaran," tegas Menteri Chuang.

Arahan serupa juga datang dari Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰), yang meminta Bea Cukai untuk menjaga perbatasan dengan ketat. Instruksi tersebut mencakup penerapan pemeriksaan 100% menggunakan mesin X-ray untuk seluruh paket pos, kargo ekspres, dan bagasi penumpang dari daerah berisiko tinggi, serta meningkatkan rasio pemeriksaan manual.

Menteri Chuang Tsui-yun menegaskan bahwa keamanan perbatasan adalah prioritas utama yang menuntut peningkatan intensitas pemeriksaan dan manajemen risiko yang lebih kuat.

Secara operasional, Direktorat Jenderal Bea Cukai menjelaskan bahwa semua barang impor, baik yang dibeli melalui platform e-commerce maupun tidak, tetap akan melewati pemindaian X-ray 100%.

Sejak 24 Oktober 2025, pengawasan untuk kargo dan bagasi dari wilayah berisiko tinggi seperti Tiongkok, Hong Kong, Makau, Vietnam, dan Thailand telah diperketat dengan menaikkan frekuensi pemeriksaan manual. Selain itu, operasi penindakan khusus yang melibatkan tim anjing pelacak karantina akan digelar setidaknya dua kali seminggu.

Data kumulatif menunjukkan keseriusan masalah ini. Sejak 1 Januari 2023 hingga 26 Oktober 2025, Bea Cukai telah mengungkap 3.422 kasus penyelundupan produk daging babi tanpa karantina dengan total berat mencapai 3.005 kilogram.

Dari jumlah tersebut, pelanggaran yang melibatkan penumpang tercatat sebagai yang paling dominan dengan 2.119 kasus seberat 1.641 kg. Ini disusul oleh temuan pada paket pos sebanyak 1.087 kasus seberat 825 kg. Sementara itu, 216 kasus lainnya ditemukan pada jalur kargo ekspres dengan total berat 539 kg.

Sanksi yang diterapkan bervariasi, mulai dari denda maksimal NT$1 juta untuk penumpang dan paket pos, hingga ancaman hukuman penjara 7 tahun dan/atau denda NT$3 juta untuk pelanggaran melalui kargo ekspres.

Menghadapi puncak musim belanja online Double 11 yang akan datang, Bea Cukai akan segera mengundang para pelaku industri untuk menuntut kepatuhan dan kedisiplinan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak membeli produk daging dari luar negeri dan bersama-sama berpartisipasi dalam menjaga Taiwan dari ancaman wabah.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解