Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Penyakit Ringan Langsung ke Rumah Sakit Besar, Awas Bisa Bikin Kantong Bolong! Otoritas Taiwan Tengah Mewacanakan untuk Bayar Tambahan NT$1.200, Ini Alasannya  

29/10/2025 10:48
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Penyakit Ringan Langsung ke Rumah Sakit Besar, Awas Bisa Bikin Kantong Bolong! Otoritas Taiwan Tengah Mewacanakan untuk Bayar Tambahan NT$1.200, Ini Alasannya (Rti)
Penyakit Ringan Langsung ke Rumah Sakit Besar, Awas Bisa Bikin Kantong Bolong! Otoritas Taiwan Tengah Mewacanakan untuk Bayar Tambahan NT$1.200, Ini Alasannya (Rti)

(Taiwan, ROC) --- Sebuah kebijakan kesehatan yang berpotensi mengubah drastis kebiasaan berobat masyarakat Taiwan tengah disiapkan. Mulai tahun depan, pasien dengan keluhan ringan yang memilih untuk langsung mendatangi pusat medis besar tanpa surat rujukan akan menghadapi lonjakan biaya yang signifikan.

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW), Shih Chung-liang (石祟良), mengonfirmasi bahwa biaya partisipasi tambahan sebesar 50%, yakni diperkirakan mencapai NT$1.200 dolar per kunjungan, akan menjadi disinsentif finansial bagi mereka yang melewati sistem rujukan.

Langkah tegas ini bukanlah tanpa alasan. Pemerintah berambisi untuk secara serius menerapkan sistem layanan kesehatan berjenjang yang selama ini digaungkan. Tujuannya adalah untuk mengurai kepadatan pasien di rumah sakit-rumah sakit besar, memastikan sumber daya medis yang terbatas dapat difokuskan pada kasus-kasus berat dan kritis, serta mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan primer seperti klinik terlebih dahulu.

Namun, kebijakan ini tidak akan diberlakukan secara membabi buta. Ditjen Asuransi Kesehatan Nasional (NHIA) menjelaskan bahwa palu belum akan diketuk. Mulai awal tahun depan, NHIA akan terlebih dahulu memantau tren kunjungan rawat jalan di pusat medis selama enam bulan.

"Jika target penurunan jumlah pasien kasus ringan tidak tercapai dalam periode tersebut, barulah opsi penambahan biaya partisipasi akan kami aktifkan sesuai landasan hukum," jelas Liu Lin-yi (劉林義), Kepala Divisi Manajemen Urusan Medis NHIA.

Pemerintah menjamin bahwa kebijakan ini tidak akan mengorbankan kelompok rentan. Liu Lin-yi menegaskan bahwa pasien dengan penyakit berat dan kritis, serta mereka yang berasal dari kelompok ekonomi lemah, akan sepenuhnya dikecualikan dari aturan ini. "Hak mereka untuk mendapatkan layanan medis terbaik tetap menjadi prioritas," tambahnya.

Saat ini, NHIA masih dalam tahap pembahasan intensif untuk merumuskan definisi kasus ringan secara jelas dan mempertimbangkan penetapan batas atas (plafon) biaya tambahan, guna menghindari beban finansial yang berlebihan.

Sebelum kebijakan ini resmi berjalan, sosialisasi masif akan menjadi kunci. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan masyarakat memahami alur sistem rujukan dan dapat membedakan kondisi mana yang memerlukan penanganan di klinik dan mana yang harus segera ke rumah sakit besar.

Pada akhirnya, kebijakan ini bukan sekadar tentang biaya, melainkan sebuah upaya besar untuk mengubah budaya berobat dan menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi seluruh warga Taiwan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解