Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Jenderal untuk Bulan November, Presiden: Investasi Pertahanan adalah Investasi Perdamaian

29/10/2025 13:50
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Jenderal untuk Bulan November, Presiden: Investasi Pertahanan adalah Investasi Perdamaian (CNA)
Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Jenderal untuk Bulan November, Presiden: Investasi Pertahanan adalah Investasi Perdamaian (CNA)

(Taiwan, ROC) --- Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari ini (29/10) memimpin upacara kenaikan pangkat dan penyematan tanda pangkat bagi para jenderal untuk bulan November tahun ini di Istana Kepresidenan. Presiden menyatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok terus melakukan gangguan di wilayah abu-abu di perairan dan ruang udara sekitar Taiwan.

Taiwan harus menunjukkan tekad untuk melindungi tanah air, dan lebih tegas lagi menentang aneksasi, menentang agresi, dan menentang upaya unifikasi. Presiden menekankan, investasi di bidang pertahanan adalah investasi untuk perdamaian.

Taiwan harus terus meningkatkan kekuatan tempur asimetris, bergerak maju ke arah pelatihan baru, pemikiran baru, peralatan baru, dan teknologi baru, untuk melindungi perdamaian dengan kekuatan.

Dengan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Istana Kepresidenan Pan Men-an (潘孟安), Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Joseph Wu (吳釗燮), dan Menteri Pertahanan Nasional Wellington Koo (顧立雄), Presiden Lai memimpin upacara kenaikan pangkat dan penyematan tanda pangkat bagi para jenderal untuk bulan November tahun ini.

Dalam pidatonya, Presiden pertama-tama mengucapkan selamat kepada Liang Ting-wei (梁庭蔚), Li Chen-hua (李振華), Hu Chih-hua (胡志華), dan Lo Wei-chung (羅偉中), empat perwira yang naik pangkat menjadi Mayor Jenderal.

Selanjutnya, ia juga memberikan apresiasi kepada Liang Ting-wei yang selama periode penanggulangan bencana Taifun Ragasa, telah membantu sepenuhnya dan setia pada tugasnya. Li Chen-hua, saat menjabat di Komando Operasi Udara, bertanggung jawab atas pengerahan pasukan dan perancangan rute penerbangan dengan hasil yang luar biasa.

Hu Chih-hua adalah seorang pilot demonstrasi performa tunggal pesawat tempur Mirage, telah berulang kali berpartisipasi dalam pertukaran internasional dengan kinerja yang sangat baik, sementara Lo Wei-chung di Universitas Pertahanan Nasional mengawasi mahasiswa dan reformasi kurikulum dengan hasil yang baik.

Presiden mengatakan, keempat jenderal ini adalah teladan bagi para perwira dan prajurit, serta merupakan pilar utama angkatan bersenjata. Beliau sangat berterima kasih atas dedikasi mereka, dan berharap para jenderal yang baru dipromosikan ini di masa depan akan menuntut standar yang lebih tinggi dari diri mereka sendiri, terus memimpin pasukan maju, serta menyumbangkan keahlian dan kekuatan mereka untuk angkatan bersenjata, negara, serta demokrasi dan kebebasan.

Presiden juga menyatakan bahwa bulan lalu, Taifun Ragasa menyebabkan bencana parah di Hualien. Angkatan bersenjata pada saat pertama langsung terjun dalam upaya penyelamatan, masuk hingga ke suku-suku di pegunungan, membantu pekerjaan seperti pembersihan lumpur dan disinfeksi, agar warga dapat segera membangun kembali rumah mereka.

Jerih payah ini menunjukkan semangat angkatan bersenjata dalam melindungi rakyat dan melayani rakyat, dan ia ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada angkatan bersenjata.

Kepala Negara juga menyatakan, saat ini Partai Komunis Tiongkok terus melakukan gangguan zona abu-abu di perairan dan ruang udara sekitar Taiwan, yang tidak hanya menimbulkan tekanan pada pertahanan nasional Taiwan, tetapi juga membawa ancaman bagi perdamaian dan stabilitas regional serta perkembangan ekonomi global. Oleh karena itu, selain harus menunjukkan tekad untuk menjaga tanah air, Taiwan juga harus dengan tegas menentang aneksasi, menentang agresi, dan menentang upaya unifikasi.

Presiden menyatakan, pemerintah akan terus berinvestasi di bidang pertahanan, dan penguatan pertahanan nasional bukan untuk memprovokasi, melainkan untuk menjaga status quo, serta melindungi demokrasi dan cara hidup Taiwan.

Presiden mengatakan, angkatan bersenjata akan selamanya menjadi benteng pertahanan paling kokoh bagi rakyat. Ia mendorong semua jenderal dan kader angkatan bersenjata untuk bekerja sama demi tujuan pelatihan baru, pemikiran baru, peralatan baru, dan teknologi baru, dan mengimplementasikannya di seluruh unit angkatan bersenjata. Hanya dengan kekuatan untuk melindungi perdamaian, Taiwan dapat melangkah maju dengan stabil.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解