(Taiwan, ROC) --- Sebuah insiden wabah Demam Babi Afrika (ASF) di Taichung telah menjadi lonceng peringatan keras bagi pemerintah, memicu keraguan publik atas efektivitas pertahanan biosekuriti nasional.
Sebagai respons tegas, pemerintah kini mengkaji perombakan total sistem pemeriksaan di seluruh gerbang kedatangan internasional, sebuah langkah yang akan mengakhiri era kemudahan jalur hijau dan memberlakukan kebijakan keamanan yang jauh lebih ketat bagi semua penumpang.
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW), Shih Chung-liang (石崇良), pada hari Kamis (30/10) mengonfirmasi bahwa koordinasi intensif tengah dilakukan dengan Ditjen Karantina Hewan dan Tumbuhan (APHIA). Rencana utamanya adalah menghapus sistem dua jalur merah dan hijau yang selama ini membedakan penumpang berdasarkan negara asal.
Nantinya, tidak akan ada lagi pengecualian, setiap penumpang, terlepas dari asal penerbangannya, akan diarahkan melalui prosedur pemeriksaan yang sama, dengan pemindaian X-ray menyeluruh terhadap seluruh barang bawaan kabin menjadi standar baru.

Sistem jalur pemeriksaan di bandara Taoyuan yang selama ini dibagi berdasarkan area hijau dan merah. Foto: UDN
Langkah drastis ini diambil setelah penyelundupan produk daging ilegal terungkap sebagai kemungkinan pintu masuk wabah, yang mengguncang kepercayaan publik.
Dalam sebuah rapat khusus di Yuan Legislatif, Shih Chung-liang menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menutup setiap celah yang ada.
"Kami sedang mengkaji untuk memperluas penerapan pemindaian X-ray. Tidak peduli apakah penumpang datang dari daerah wabah atau tidak, semua akan menjalani pemeriksaan yang sama demi memperkuat manajemen di perbatasan," ujarnya.
Selama ini, sistem jalur hijau memberikan kemudahan bagi penumpang dari negara berisiko rendah, memungkinkan mereka melewati bea cukai tanpa pemeriksaan bagasi dan menghemat waktu sekitar 10-15 menit.
Namun, kemudahan ini kini dipandang sebagai risiko yang tidak dapat lagi ditoleransi. Ditambah lagi dengan peraturan yang membebaskan pemeriksaan untuk produk pribadi di bawah nilai dan berat tertentu, potensi lolosnya barang terlarang dinilai terlalu tinggi.
Di samping penguatan di perbatasan, pemerintah Taiwan juga mengintensifkan pengawasan di dalam negeri. Shih Chung-liang melaporkan bahwa otoritas Food and Drug Administration (FDA) telah melakukan lebih dari 35.000 inspeksi di pasar dan supermarket sepanjang tahun ini.
Pasca wabah Taichung, frekuensi pemeriksaan terhadap toko-toko yang menjual produk impor dari Tiongkok dan Asia Tenggara akan ditingkatkan secara signifikan mulai minggu ini.