(Taiwan, ROC) -- Jumlah wisatawan manca negara yang datang ke Taiwan dari Januari – September tahun ini berjumlah 6,05 juta wisatawan, kelihatannya sulit untuk dapat menembus angka 10 juta. Terkait hal ini, Ditjen Pariwisata menyampaikan, akan menerapkan serangkaian kegiatan seperti mengelar “pelepasan lentera seribu orang” untuk pasar Jepang, ditambah lagi dengan tur pendidikan bagi 10 ribu lebih pelajar Jepang.
Sebelum pandemi COVID 19 melanda, jumlah wisatawan manca negara yang datang ke Taiwan pada tahun 2019 sebanyak 11,84 juta wisatawan; Dan setelah dibuka kembali pintu perbatasan pasca pandemi, Ditjen Pariwisata yang pada awalnya menargetkan jumlah wisatawan manca negara sebanyak 12 juta tetapi kemudian merevisi turun menjadi 10 juta, dan terakhir hanya mencapai 7,85 juta wisatawan pada tahun lalu (2024). Pada Juli tahun ini, Menteri Transportasi Chen Shih-kai (陳世凱) dalam rapat interpelasi menyampaikan, target lama adalah 10 juta, setidaknya dapat mencatat 9 juta orang.
Namun, kini segera memasuki November, berdasarkan data dari Ditjen Imigrasi, jumlah wisatawan manca negara selama Januari – September sebanyak 6,05 juta wisatawan, meskipun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu angka ini memperlihatkan kenaikan sebesar 9%, tetapi jarak ke target 10 juta masih sekitar 3 – 4 juta.
Mengenai hal ini, Dirjen Pariwisata Chen Yu-hsiu (陳玉秀) menyampaikan, akan melakukan serangkaian tindakan untuk mendobrak pasar parisiwata Asia Timur Laut, Asia Tenggara, Eropa dan Amerika. Sementara untuk pasar Jepang, selain bekerja sama dengan Asosiasi Industri Pariwisata Jepang, juga akan menggandeng penerbangan untuk promosi, bersamaan denganitu juga mengelar kegiatan akbar dan tur pendidikan.
Chen Yu-hsiu mengatakan, “Gebrakan pada akhir tahun, untuk pasar Asia Timur Laut, melalui kegiatan akbar seperti pada tanggal 7-8 Desember akan mengelar “pelepasan lentera seribu orang” yang diperkirakan lebih dari seribu wisatawan akan datang ke Taiwan; bersamaan dengan itu, sekitar 4.314 pelajar Jepang yang datang ke Taiwan untuk tur pendidikan terhitung dari Januari-Juli tahun ini, sudah meningkat 57% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan sudah banyak sekolah-sekolah yang mengajukan hingga Oktober ini, diperkirakan akan ada sekitar 80 grup hingga akhir tahun ini, jumlahnya melebihi 10 ribu orang, dengan 30 grup yang jumlah pesertanya di atas 200 orang. Ini semua akan dibina menjadi tunas wisatawan yang di kedepannya akan kembali datang berwisata ke Taiwan, hari ini sebagai pelajar, besok menjadi wisatawan.”
Selain itu, Ditjen Pariwisata juga bekerja sama dengan OTA travel agensi online utama di Korea, EVA Air dan platform pariwisata NAVER, mempromosikan diskon khusus dengan waktu terbatas; Pada pasar Asia Tenggara juga untuk perdana menjalin hubungan kerja sama dengan platform pariwisata terbesar local Vietnam laka.AI dengan menghadirkan kolom khusus Taiwan; Untuk Eropa dan Amerika juga akan meneruskan kerja sama dengan TAITRA mempromosikan wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), akan memberikan subsidi paling tinggi NT$2 ribu/pax/kali, paling tinggi NT$600 ribu/proyek.”
Tidak hanya itu saja, untuk menarik wisatawan manca negera untuk beriwisata ke wilayah tengah dan selatan Taiwan, Ditjen Pariwisata juga mempromosikan diskon THSR, hanya dengan membeli tiket THSR sekali jalan ke Taichung atau ke stasiun lain dari tengah hingga ke selatan Taiwan melalui situs tertunjuk, maka bias mendapatkan potongan “dua orang dengan satu orang gratis”, telah berhasil menarik lebih dari 160 ribu wisatawan asing menggunakan fasilitas ini selama Januari – September 2025.