(Taiwan, ROC) --- Industri hiburan Mandopop diguncang oleh kontroversi yang melibatkan penyanyi Wee Meng Chee (黃明志), atau yang dikenal dengan nama panggung Namewee. Insiden ini bermula dari kematian mendadak Hsieh Yu-hsin (謝侑芯) usia 31 tahun, yang dijuluki Dewi Jurusan Keperawatan, di sebuah hotel di Malaysia.
Kepolisian Malaysia pada Minggu kemarin (2/11) mengonfirmasi bahwa Namewee berada di lokasi kejadian dan sempat memberikan pertolongan pertama (CPR) kepada Hsieh Yu-hsin, meskipun nyawa korban tidak tertolong.
Menurut laporan media Sin Chew Daily, jenazah Hsieh Yu-hsin ditemukan dalam kondisi telanjang bulat, terbaring di dalam bak mandi. Meskipun penyebab kematian awal diduga akibat serangan jantung, keanehan muncul karena tidak ditemukan jejak air sedikit pun, baik di dalam bak mandi maupun di lantai kamar mandi.
Namewee yang juga berada di kamar tersebut dan segera ditahan atas dugaan penyalahgunaan zat terlarang menyusul ditemukannya narkoba dan obat kuat.
Namewee sempat mengeluarkan bantahan keras, mengklarifikasi bahwa ia tidak menggunakan narkoba. Namun, hasil tes urine yang dirilis kepolisian mematahkan klaimnya secara telak. Namewee dinyatakan positif menggunakan empat jenis zat narkotika, yaitu amfetamin, metamfetamin, ketamin, dan tetrahydrocannabinol (THC).
Terkait keberadaannya di kamar tersebut, Namewee mengakui kepada pihak kepolisian bahwa ia dan Hsieh Yu-hsin menghabiskan malam bersama untuk berdiskusi semalaman terkait syuting video.
Ia menjelaskan bahwa Hsieh Yu-hsin kemudian masuk ke kamar mandi untuk mandi. Setelah setengah jam tidak ada suara atau pergerakan, Namewee merasa curiga dan masuk untuk memeriksa. Di sana, ia menemukan korban terbaring tak berdaya di bak mandi. Namewee mengklaim telah melakukan CPR darurat, tetapi nyawa Xie You-xin tidak tertolong.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus ini, fokus pada sumber narkotika yang ditemukan di lokasi, serta keterlibatan Namewee dalam penyalahgunaan zat terlarang yang terbukti melalui hasil tes urine.

Hsieh Yu-hsin (謝侑芯) usia 31 tahun, yang dijuluki Dewi Jurusan Keperawatan meninggal mendadak di sebua hotel di Malaysia. Foto: IG
Menanggapi bocoran informasi yang sensitif ini, pihak manajemen Namewee mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa kasus tersebut telah memasuki tahap penyelidikan yudisial, dan mereka belum menerima laporan akhir resmi dari pihak kepolisian.
"Pihak manajemen menekankan bahwa Namewee akan bekerja sama sepenuhnya dengan prosedur hukum yang berlaku. Kami mendesak publik untuk menyikapi situasi ini secara rasional," ujar manajer Namewee, seraya menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Hsieh Yu-hsin.
Di sisi lain, Namewee secara pribadi merespons melalui media sosial dengan nada emosional. Ia menyatakan sangat kesal terhadap berita yang dianggapnya mengada-ada, bersikeras bahwa dirinya tidak menggunakan atau memiliki narkoba, hanya mengakui bahwa ia lebih banyak minum alkohol akhir-akhir ini.
"Yang percaya silakan percaya, yang tidak percaya silakan tidak percaya. Bagaimanapun, setelah laporan polisi keluar, kebenaran akan terungkap," tulis Namewee.
Selain itu, dalam pembelaannya, Namewee juga mengklaim dirinya menjadi korban pemerasan dan melontarkan kritik keras terhadap layanan darurat setempat. Ia menuding ambulans terlambat tiba hampir satu jam, mempertanyakan efektivitas nomor darurat 999.
"Saya sungguh tidak tahu nomor 999 itu gunanya untuk apa," tutupnya dengan nada umpatan.