(Taiwan, ROC) --- Presiden Lai Ching-te menghadiri upacara penamaan dan peluncuran “Kapal Fregat Chiayi ke-4 yang menjadi kapal patroli lintang tinggi Taipei” pada tanggal 1 November 2025. Presiden Lai Ching-te menyampaikan, 4 kapal terbesar berbobot 4 ritu ton telah tiba, juga menjadi “Kapal Patroli Lintang Tinggi“ pertama Taiwan dengan nama “Siraya-class”. Kepala Negara menegaskan, ini menjadi tonggak sejarah dalam pembuatan kapal dari Ditjen Patroli Laut, melambangkan tekad Taiwan untuk melindungi laut dan keamanan nasional.
Untuk mewujudkan kemandirian pertahanan keamanan nasional, kebijakan pembuatan kapal nasional, Dewan Urusan Kelautan (Ocean Affairs Council) mencanangkan program “Pengembangan Prospek Kapal Patroli Laut” dan “Kapal Pelindung Laut’, mempercayakan pembuatan 4 kapal fregat berbobot 4 ribu ton dan 6 kapal patrol “lintang tinggi”. Setelah menugaskan kapal fregat di Chiayi, Hsinchu, Yunlin, untuk kapal fregat ke-4 Taipei yang resmi diluncurkan pada tanggal 1 November kemarin, bersamaan dengan itu, kapal pertama “Kapal Patroli Lintang Tinggi” juga menyelenggarakan upacara penurunan ke laut dan penamaan, Presiden Lai Ching-te sendiri yang memberikan nama “Siraya-class”.
Dalam kata sambutannya, Presiden Lai Ching-te menyampaikan, beberapa tahun terakhir ini Taiwan menghadapi tantangan keamanan maritime yang semakin berat, Ditjen Patroli Laut adalah garis pertahanan yang menjalinkan keamanan nasional, ketertiban umum dan keselamatan dalam pertahanan nasional. Mantan Presiden Tsai Ing-wen dalam masa jabatannya pada tahun 2018 dan 2022 mempromosikan program 10 tahun, diperkirakan sebelum tahun 2027 dapat menyelesaikan pembuatan 141 kapal, dan sebelum tahun 2032 dapat merampungkan 6 kapal “patrol lintang tinggi”, upacara peluncuran kali ini memperlihatkan upaya berkelanjutan dari pemeringah dalam upaya kemandirian pertahanan negara, juga memperlihatkan peningkatan Taiwan dalam penegakan hukum maritim, patroli laut dan penyelamatan kemanusiaan internasional.