(Taiwan, ROC) --- Para pelancong yang kerap bepergian dengan maskapai asal Taiwan perlu memperhatikan aturan baru yang kini diterapkan serempak. Demi keselamatan penerbangan, lima maskapai nasional, termasuk Mandarin Airlines yang baru saja bergabung, secara resmi melarang penumpang menempatkan headset (earphone) Bluetooth beserta kotak pengisi dayanya (charging case) di dalam bagasi terdaftar (check-in baggage).
Mulai 3 November 2025, Mandarin Airlines menyusul langkah Tigerair Taiwan, EVA Air, Uni Air, dan China Airlines yang telah lebih dulu memberlakukan kebijakan ini. Perangkat audio nirkabel tersebut kini hanya diizinkan untuk dibawa ke dalam kabin sebagai barang jinjing.
Larangan ini bukan tanpa alasan. Pihak maskapai menjelaskan bahwa ketika headset berada di dalam kotak pengisi dayanya, perangkat tersebut secara teknis berada dalam kondisi siaga (standby) karena proses pengisian daya berlangsung.
Hal ini tidak memenuhi syarat mati total untuk perangkat elektronik yang ditempatkan di bagasi. Lebih lanjut, kotak pengisi daya itu sendiri diklasifikasikan sebagai power bank atau baterai cadangan, yang menurut regulasi penerbangan internasional wajib dibawa ke kabin dan dilarang keras masuk ke dalam kargo.
Sementara itu, Starlux Airlines menyatakan kebijakannya lebih berfokus pada aturan umum baterai litium, di mana perangkat harus dimatikan total kecuali memiliki daya sangat rendah.
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan penerbangan, seluruh penumpang diimbau untuk memeriksa kembali isi bagasi mereka sebelum menuju bandara dan memindahkan semua headset Bluetooth beserta kelengkapannya ke dalam tas kabin.