(Taiwan, ROC) --- Iming-iming gaji fantastis hingga NT$120 ribu per bulan telah menyeret tiga pekerja migran ilegal ke dalam lingkaran hitam sindikat penipuan. Alih-alih meraih mimpi, ketiganya kini harus menghadapi kenyataan pahit di balik jeruji besi. Palu hakim telah diketuk, menjatuhkan hukuman berat yang menjadi pengingat bagi para kurir uang di wilayah tersebut.
Kisah ini melibatkan Ding (31 tahun), Pan (28 tahun), dan Su (25 tahun), yang pada Mei 2024 lalu direkrut oleh sindikat penipuan bernama VIETT 5G. Dengan pembagian peran yang rapi, Ding dan Su bertugas sebagai kurir di garis pertama yang menyisir mesin-mesin ATM, sementara Pan berperan sebagai penampung dana dan penguji kartu.
Dalam waktu singkat, dari 2 Mei 2024 hingga 12 Juni 2024, mereka beraksi lincah dengan sepeda motor, melakukan 242 kali penarikan tunai dan menguras total NT$4,2 juta dari 69 korban.

Pelaku penipuan yang adalah PMA ilegal yang berhasil dibekuk kepolisian ketika kedapatan menjalankan aksinya. Foto: Biro Kepolisian Nasional
Para korban terjerat melalui beragam modus, mulai dari investasi mata uang kripto, belanja daring, hingga pembelian tiket konser. Ironisnya, lebih dari 20 korban adalah pria yang tertipu saat mencoba bergabung dengan situs kencan singkat dan klub pertemanan, dengan kerugian bervariasi dari NT$5.000 hingga NT$100.000.
Di hadapan majelis hakim, ketiganya mengakui perbuatan mereka. Namun, pengakuan tak lantas meringankan hukuman. Hakim berpendapat bahwa tindakan mereka sebagai pekerja migran yang melanggar hukum dan menjadi bagian dari mesin kejahatan telah merusak tatanan sosial serta mempersulit upaya aparat dalam membongkar dalang utama.
Atas perbuatannya, Ding dijatuhi hukuman efektif 12 tahun 2 bulan, Pan 8 tahun, dan Su 2 tahun. Selain kurungan badan, seluruh hasil kejahatan, termasuk uang yang telah dikirim ke Vietnam, disita oleh negara. Setelah masa hukuman berakhir, ketiganya akan langsung dideportasi dari Taiwan.