Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Penelitian: Arus Panas atau Dingin Tingkatkan Risiko Kambuh Penderita COPD

04/11/2025 14:46
Penulis & Editor: Farini Anwar
Menjaga kesehatan dengan memakai masker di musim panas maupun dingin.
Menjaga kesehatan dengan memakai masker di musim panas maupun dingin.

Pengaruh dari iklim ekstrim menimbulkan bencana alam di tiap-tiap tempat terus menerus, kesahatan masyarakat juga terancam, Wakil Direktur Pusat Penelitian Taipei Medical University Chuang Hsiao-chi (莊校奇) yang memimpin tim penelitian mendapati, suhu tinggi atau rendah yang ekstrim meningkatkan risiko kambuh atau bahkan kematian sebesar 1,16 kali lipat bagi penderita COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) atau PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) yaitu penyakit peradangan paru-paru jangka panjang yang menyebabkan penyumbatan aliran udara di dalam paru-paru, sehingga penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Kaum perempuan memiliki risiko tinggi dibandingkan pria. Penelitian ini telah diterbitkan dalam Science of The Total Environment.

 

Tim peneliti yang dipimpin oleh wakil Pusat Penelitian Taipei Medical University Chuang Hsiao-chi (莊校奇), hasil dari akumulasi dari 3 ribu lebih penelitian selama 25 tahun (tahun 2000 – 2024) terkait pengaruh cuaca ekstrim terhadap penderita COPD memperlihatkan, tingkat risiko kambuh hingga menimbulkan kematian bagi penderita COPD dalam lingkungan suhu panas ekstrim meningkat 1,6 kali lipat, risiko ini lebih tinggi 0,14 kali lipat untuk kaum perempuan dibandingkan kaum pria; Sementara untuk suhu rendah ekstrim lebih tinggi lagi, tingkat risiko kambuh sebesar 1,47 kali lipat sedangkan risiko kematian sebesar 1,32 kali lipat. 

 

Penelitian ini juga menunjukkan, penderita berusia 60 tahun ke atas akan lebih mudah lagi berpengaruh kambuh hingga meninggal karena cuaca ekstrim. Jika dilihat berdasarkan kawasan, kelompok Benua Asia lebih mudah terpengaruh dengan cuaca ekstrim, tingkat risiko kambuh dan kematian bertamah 1,35 kali lipat, tetapi jika dianalisa dari suhu dingin ekstrim, tingkat kambuh dan kematian bagi kelompok yang tinggal di Benua Eropa juga lebih tinggi sebesar 1,4 kali lipat.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解