(Taiwan, ROC) – Duta Besar Tiongkok untuk Amerika Serikat (AS), Xie Feng (謝鋒) menyebut Taiwan sebagai salah satu garis merah Beijing dan berharap pihak AS menghindar dan tidak menyentuhnya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan, Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) pada Selasa (4/11) mengemukakan, tindakan Negeri Panda bersifat provokatif dan menunjukkan jika Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terus berusaha mengubah status quo melalui tekanan. Negara dengan rezim otoriter tidak bisa mengaku ingin menjaga stabilitas sementara kenyataannya justru menjadi pembuat masalah.
Jubir MOFA Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) pada malam hari menyebut, setelah Kedutaan Besar Tiongkok di AS sebelumnya mempublikasikan citra satelit Taiwan di media sosial, Duta Besar Tiongkok untuk AS kembali menegaskan garis merah sepihak yang ditetapkan oleh Beijing, bahkan menyebut jika pihak AS menyentuh garis merah tersebut, maka hal tersebut akan “menimbulkan masalah”
Hsiao menyatakan, serangkaian tindakan RRT penuh ancaman, provokatif, dan sangat tidak bersahabat. Tindakan ini tidak hanya tidak mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan, tetapi juga sekali lagi membuktikan bahwa pemerintah Negeri Panda terus berupaya mengubah status quo melalui tekanan.
Hsiao menegaskan, Taiwan bersama negara-negara yang memiliki nilai serupa, termasuk Negeri Paman Sam senantiasa bersama-sama berupaya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Masyarakat internasional juga sangat menyadari pihak mana yang dalam beberapa tahun terakhir terus mencari ekspansi di kawasan, berusaha mengubah dan menantang status quo, serta menggunakan tekanan di zona abu-abu, sehingga berulang kali mengganggu stabilitas kawasan dan tatanan internasional.
Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) menunjukkan, negara otoriter tidak bisa di satu sisi mengaku ingin menjaga stabilitas, sementara kenyataannya menjadi pembuat onar, terus menetapkan garis merah secara sepihak, serta melakukan tindakan provokatif yang merusak perdamaian dan stabilitas kawasan maupun global.
Hsiao menyebutkan, sebagai anggota yang bertanggung jawab di komunitas internasional, Taiwan akan terus bekerja sama dengan AS dan mitra regional lainnya yang memiliki kepentingan sejalan, dengan tujuan menjamin perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Selat Taiwan, serta kawasan sekitarnya.