(Taiwan, ROC) --- Pada Rabu hari ini (5/11), Presiden Lai Ching-te (賴清德) menyatakan bahwa dalam menghadapi tantangan transformasi di era baru, ia berharap China Productivity Center (CPC) dapat terus bekerja sama dengan pemerintah untuk secara aktif membimbing industri melewati ujian transisi net-zero, transformasi digital, serta restrukturisasi tatanan ekonomi dan perdagangan global. Hal ini disampaikannya saat menghadiri upacara pembukaan Forum Ulang Tahun ke-70 China Productivity Center (CPC). Tujuannya adalah untuk bersama-sama membangun Taiwan yang lebih makmur.
Dalam pidato pembukaannya, Kepala Negara pertama-tama mengapresiasi CPC sebagai lembaga konsultan manajemen tertua dan terbesar di Taiwan, yang selama ini selalu menjadi pendorong penting dalam peningkatan industri.
Presiden menyatakan bahwa tahun 2025 adalah tahun kebangkitan Taiwan. Hal ini ditandai dengan nilai ekspor yang terus mencetak rekor baru dan pasar saham Taiwan yang naik selama enam bulan berturut-turut dengan kapitalisasi pasar melebihi US$3 triliun, menjadikannya pasar saham terbesar kedelapan di dunia.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Taiwan tahun ini diperkirakan akan melampaui 5%, menempatkannya di peringkat pertama di antara Empat Macan Asia dan melampaui Jepang, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Tiongkok. Menurutnya, ini adalah hasil kerja keras bersama rakyat dan seluruh sektor industri Taiwan.
Presiden menekankan bahwa untuk menghadapi tantangan transformasi era baru, selain upaya penuh dari pemerintah, ia juga mengharapkan kerja sama dari perusahaan dan organisasi masyarakat.
Kepala Negara juga menyinggung tantangan global saat ini, seperti transisi net-zero, transformasi digital, perubahan geopolitik yang drastis, dan restrukturisasi ekonomi global. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan terus berpegang pada tujuan ekonomi inovatif, Taiwan yang seimbang, dan pertumbuhan inklusif.
Pemerintah juga akan mengimplementasikan arah pembangunan nasional menuju transisi net-zero 2050, mendorong Sepuluh Proyek Konstruksi AI Baru, serta berinvestasi aktif dalam riset dan pengembangan tiga teknologi kunci, masing-masing teknologi kuantum, fotonika silikon, dan robotika, untuk membantu semua sektor industri mengadopsi alat AI dan memastikan keunggulan kompetitif Taiwan untuk 30 tahun ke depan.
Untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam proses restrukturisasi ekonomi dan peningkatan industri, Presiden menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan program dukungan dampak tarif senilai NT$93 miliar. Selain itu, Kementerian Ekonomi (MOEA) juga telah meluncurkan Kelompok Bimbingan Daya Saing Industri dengan target membimbing lebih dari 140.000 perusahaan dalam dua tahun untuk menyelesaikan transformasi menuju digitalisasi dan rendah karbon.