Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Universitas Kainan dan RTI Gelar Diskusi “Satu Tahun Terpilihnya Trump 2.0”, Berfokus pada Dinamika Baru AS-Tiongkok-Taiwan-Jepang

06/11/2025 14:14
Penulis & Editor: Aditya Nugraha
Foto: KNU
Foto: KNU
(foto:江麗華)
(foto:江麗華)
(foto:江麗華)
(foto:江麗華)
(foto:江麗華)
(foto:江麗華)
(foto:江麗華)
(foto:江麗華)
(foto:江麗華 )
(foto:江麗華 )

(Taiwan, ROC) -- Diskusi bertajuk “Satu Tahun Terpilihnya Trump 2.0: Analisis Hubungan AS-Tiongkok-Taiwan-Jepang” yang diselenggarakan bersama oleh Universitas Kainan (KNU) dan Radio Taiwan Internasional (Rti) digelar pada Rabu (5/11) pagi di ruang konferensi internasional Rti.


Acara ini mempertemukan para pakar dari kalangan industri, pemerintahan, dan akademisi, serta mahasiswa dari KNU, Universitas Soochow (SCU), dan Universitas Nasional Chengchi (NCCU) untuk bersama-sama membahas perubahan mendalam dalam hubungan antara Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Taiwan, dan Jepang setelah satu tahun kembalinya Trump ke Gedung Putih, serta penyeimbangan ulang situasi di kawasan Indo-Pasifik.


Chairman KNU Yan Zhi-kuang (顏志光) dan Wakil Presiden Rti Shen Cong-rong (沈聰榮) masing-masing memberikan sambutan pembuka. Sesi pidato utama dipandu oleh Rektor KNU Guo Zhong-da (郭鐘達), dengan menghadirkan Wakil Sekretaris Jenderal Yayasan Pertukaran Antar Selat (SEF) Li Bao-wen (黎寶文), yang menyampaikan pidato bertajuk “Memahami Hubungan Lintas Selat”.


Li Bao-wen (黎寶文) yang telah lama meneliti teori hubungan internasional, interaksi lintas selat, dan dinamika segitiga AS-Tiongkok-Taiwan, memiliki pengalaman luas di bidang kebijakan. Dirinya menunjukkan, situasi global saat ini telah bergeser dari kerja sama dan saling percaya menuju konfrontasi strategis, menjadikan kawasan Indo-Pasifik sebagai pusat persaingan antar kekuatan besar. Posisi strategis Taiwan, lanjutnya, terus meningkat sebagai simpul penting dalam blok demokrasi, sementara Tiongkok, dengan tujuan “kebangkitan besar bangsa Tionghoa”, terus mendorong modernisasi militernya, sehingga hubungan lintas selat kini memasuki “normal baru dalam kompetisi dan manajemen risiko”.


Li Bao-wen (黎寶文) menegaskan, keamanan Selat Taiwan kini telah menjadi isu internasional dan terlembagakan. Dirinya menyerukan agar dialog menggantikan konfrontasi, dan pertukaran menggantikan isolasi, demi menjaga stabilitas dan perdamaian di tengah ketegangan antara kekuatan besar.


Sesi terakhir berupa diskusi panel dipandu oleh Wakil Rektor KNU Chen Wen-jia (陳文甲) dengan menghadirkan sebanyak tiga narasumber, yakni Wakil Profesor Departemen Ilmu Politik SCU Chen Fang-yu (陳方隅), Profesor Institut Studi Urusan Militer Tiongkok di Universitas Pertahanan Nasional (NDU) Jing Yuan-zhou (荊元宙), serta Profesor Universitas Sains dan Teknologi Kelautan Taipei (TUMT) Wu Se-zhi (吳瑟致).


Keempat akademisi tersebut melakukan pembahasan mendalam mengenai persaingan strategis antara AS dan Tiongkok, struktur keamanan Indo-Pasifik, serta strategi respons Taiwan. Suasana diskusi berlangsung dinamis, dengan interaksi aktif antara pembicara dan peserta. Para peserta pun antusias mengajukan pertanyaan, mencerminkan perhatian besar mereka terhadap isu-isu geopolitik kawasan.


KNU mengemukakan, kampus mereka telah lama menaruh perhatian besar pada pendidikan internasional dan pemahaman lintas selat. Kegiatan kali ini tidak hanya meninjau kembali perubahan situasi global selama satu tahun sejak Trump kembali memimpin AS, tetapi juga memberikan kesempatan langsung bagi para mahasiswa untuk mengamati dan menganalisis dinamika dunia secara mendalam.


Chairman KNU Yan Zhi-kuang (顏志光) secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Dewan Urusan Daratan (MAC) dan SEF atas dukungannya, serta kepada Rti atas bantuan jangka panjangnya dalam mendorong kegiatan akademik dan meningkatkan eksposur internasional universitas. Dirinya menegaskan bahwa KNU akan terus menjadikan “wawasan global dan kepedulian lokal” sebagai tujuan pendidikannya, guna membina generasi baru yang memiliki pandangan internasional dan kemampuan berpikir kebijakan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解