Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

 Taiwan Bantu Melatih Tenaga Medis Kesehatan Jiwa di Asia Tenggara

06/11/2025 15:07
Penulis & Editor: K. Cynthia J.K.
(foto: Screenshot FB Kai-Syuan Psychiatric Hospital -KSPH)
(foto: Screenshot FB Kai-Syuan Psychiatric Hospital -KSPH)

Kesehatan mental kini menjadi isu yang mendapat perhatian global. Pada 5 November, telah digelar "Konferensi Pusat Kerja Sama dan Pelatihan Kesehatan Mental Internasional ke-8", yang berfokus pada tema “Kesehatan Mental Digital”. Dalam konferensi ini, Taiwan juga memaparkan hasil kinerjanya dalam membantu negara-negara Asia Tenggara melatih tenaga medis di bidang kesehatan jiwa, menjadi salah satu sorotan penting dari pelaksanaan kebijakan Kebijakan Baru ke Arah Selatan (NSP).
Sejak tahun 2018, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan telah menjalankan program bertajuk “Kebijakan Baru ke Selatan – Promosi Pelatihan dan Pembentukan Platform Kerja Sama Internasional untuk Tenaga Kesehatan Jiwa dan Psikiatri”. Dalam konferensi yang digelar pada 5 November, hadir para pakar dan akademisi di bidang psikiatri dari sembilan negara, termasuk Australia, Inggris, dan sejumlah negara Asia Tenggara.

Direktur Departemen Kesehatan Mental MOHW, Chen Po-xi (陳柏熹) menjelaskan, negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam masih bergerak lebih lambat dibanding Taiwan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan jiwa, dilansir dari CNA. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan terus memberikan dukungan dan pelatihan bagi tenaga medis di kawasan tersebut. Salah satu fokus utama konferensi tahun ini adalah berbagi pengalaman mengenai tantangan kesehatan mental yang dihadapi di berbagai negara.

Chen menyoroti bahwa permasalahan yang dihadapi banyak negara memiliki kesamaan yang cukup tinggi. Misalnya, masih banyak pihak yang mengabaikan dampak gangguan kesehatan mental terhadap penurunan produktivitas dan harapan hidup. Selain itu, meskipun wujud permasalahan seperti depresi tampak berbeda di masing-masing negara Asia Tenggara, secara substansi semuanya menghadapi tantangan yang sama.

Terkait dengan kesehatan mental digital, Chen menyampaikan, bukan hanya anak-anak dan remaja generasi modern yang perlu diperhatikan. Kesenjangan informasi juga dapat menjadi sumber tekanan. Kelompok masyarakat dengan akses pengetahuan dan kemampuan ekonomi yang lebih baik dapat memperoleh informasi melalui teknologi digital dengan cepat, sementara kelompok yang kurang beruntung semakin tertinggal. Hal ini pada akhirnya menciptakan tekanan sosial yang baru. 

MOHW menegaskan, melalui program ini, mereka berhasil membawa perubahan nyata terhadap model rehabilitasi kejiwaan dan sistem manajemen layanan kesehatan di Asia Tenggara, mendorong terciptanya layanan kesehatan jiwa yang lebih manusiawi. Program ini juga menjadi dasar bagi Taiwan untuk berpartisipasi dalam kerja sama berkelanjutan di Asia Tenggara, dengan harapan dapat menghubungkan berbagai aliansi kerja sama untuk bersama-sama meningkatkan kesehatan mental masyarakat.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解