(Taiwan, ROC) Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan data statistik terbaru pengurangan jam kerja (libur tanpa gaji) terhitung hingga akhir Oktober 2025, dampak dari tariff pajak timbal balik Amerika Serikat, ada 7.575 orang dari 370 perusahaan yang terkena penerapan libur tanpa gaji, dibandingkan dengan periode sebelumnya memperlihatkan penambahan 16 perusahaan tetapi untuk jumlah orang yang terdampak malah mengalami pengurangan sebanyak 348 orang. Pejabat terkait mengemukakan, ini merupakan penurunan perdana dalam paruh waktu tahun ini, alasan utama adalah kembali menghangatnya pemesanan perusahaan dengan cakupan besar, untuk itu mereka menghentikan penerapan libur tanpa gaji, tetapi untuk perusahaan kecil terus bertambah, Kementerian Ketenagakerjaan berharap semua dapat kembali stabil, tetapi saat ini masih tetap terus memantau situasi.
Kementerian Ketenagakerjaan pada tanggal 3 November mengumumkan data statistik pengurangan jam kerja karyawan hingga akhir Oktober, secara nyata jumlah karyawan terdampak ada 8.331 orang dari 455 perusahaan, bertambah 212 orang dan 23 perusahaan, di antaranya ada 7.575 orang dari 370 perusahaan karena tedampak dari tariff timbal balik Amerika Serikat, angka ini memperlihatkan pengurangan 348 orang dari periode sebelumnya, sementara untuk perusahaan bertambah 16 perusahaan
Direktur Negosiasi Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Huang Chi-ya (黃琦雅) mengemukakan, ini merupakan penurunan jumlah orang pertama untuk akhir paruh tahun ini, alasan utama adalah kembali menghangatnya pemesanan produk dari perusahaan besar sehingga menghentikan penerapan libur tanpa gaji, termasuk sebuah perusahaan yang memulihkan 200 lebih karyawannya dan dua perusahaan mengembalikan kerja penuh 100 lebih karyawannya, yang kebanyakan adalah manufaktur mesin dan peralatan serta manufaktur produk logam.
Terkait jumlah orang yang terdampak sudah mulai stabil, apakah ini berkaitan dengan berkurangnya hantaman tarif timbal balik Amerika Serikat? Huang Chi-ya mengemukakan, saat ini pemesanan yang stabil hanya perusahaan dengan cakupan yang besera, sementara perusahaan kecil masih ada yang terus bertambah, oleh karena itu jumlah perusahaan bertambah sementara jumlah orang berkurang, untuk itu Kementeian Ketenagakerjaan akan tetap terus memantau situasi.
Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga mengumumkan situasi pemutusan hubungan kerja hingga akhir September 2025, sekitar 1.039 orang untuk September, mencatat rekor terbanyak selama 5 bulan terakahir, alasan utama adalah karena perusahaan bersangkutan bertransformasi atau tutup. Total keseluruhan dari Januari – September sebanyak 9.173 orang, lebih banyak dari selama satu tahun 2023 yang berjumlah 8.597 orang, juga mendekati angka untuk seluruh tahun 2024 sebanyak 10.528 orang.