(Taiwan, ROC) Terkait dengan kasus pertama demam babi Afrika di Taiwan, larangan penjagalan dan pemindahan babi pun diberlakukan selama 15 hari. Setelah tujuan “menihilkan” virus, larangannya secara resmi dicabut pada siang hari ini (6/11). Pusat Tanggap Darurat Demam Babi Afrika menjelaskan langkah-langkah lebih lanjut pencegahan dan pengendalian yang berlaku di Taichung pagi ini. Wali Kota Taichung, Lu Shiow-yen (盧秀燕) menyampaikan, berdasarkan laporan warga ada 4 babi peliharaan di wilayah yuridiksinya dan tes darurat telah dilakukan. Sejauh ini ada 3 babi yang dinyatakan negatif. Lebih lanjut, karena Taichung merupakan area epidemi utama, maka larangan penggunaan limbah makanan diperpanjang seminggu lagi untuk tujuan observasi.
Setelah larangan pemindahan dan penjagalan babi selama 15 hari, Pusat Tanggap Darurat Demam Babi Afrika mengumumkan bahwa larangan tersebut resmi dicabut pada 5 November. Pengangkutan babi hidup dapat dilakukan per 6 November siang dan lelang, penjagalan, serta pengangkutannya dapat dilakukan mulai 7 November dini hari, penjualan di kios-kios juga diizinkan, tapi larangan memberi makan babi dengan limbah dapur tetap berlaku.
Pemerintah Kota Taichung menyatakan, pencabutan karantina wilayah akan segera berlaku. Selain disinfeksi menyeluruh terhadap kios-kios daging babi, industri katering juga akan terus diinspeksi, dan peternakan babi dikunjungi setiap hari untuk dekontaminasi dan pengambilan sampel di tempat, semua hasilnya adalah negatif.
Wali Kota Taichung, Lu Shiow-yen menyatakan, berdasarkan laporan masyarakat, 4 ekor babi di wilayah hukumnya telah dites secara darurat, 3 di antaranya negatif, dan 1 di antaranya dites hari ini. Lu mengatakan, “tidak peduli babi dari peternakan atau peliharaan, semua sama. Baik yang dari rumahmu atau kamu ambil sisa makanan dan memberinya makan, juga tidak boleh. Ini konsisten dan akan ada denda. Kami ingatkan sekali lagi, karena ada banyak orang yang memelihara babi, maka harus bersiap. Dilarang memberikan limbah makanan seperti babi di peternakan, sehingga aturan pengendalian penyakit ini tidak akan dicabut.”
Lu Shiow-yen menyatakan, berdasarkan aturan pencegahan epidemi pemerintah, sekolah-sekolah diminta untuk menyajikan daging babi yang segar dan diproduksi lokal untuk makan siang mulai besok dan setelahnya. Namun, ia juga menekankan, karena Kota Taichung merupakan area terdampak demam babi Afrika, maka kebijakannya berbeda dengan wilayah lain. Mengemas sisa makanan tetap dilarang dan akan diberlakukan selama seminggu lagi. Larangan ini baru akan dicabut setelah operasional dipastikan berjalan lancar.
Komandan Pusat Tanggap Darurat Demam Babi Afrika sekaligus Wakil Menteri Pertanian, Tu Wen-chan (杜文珍) menyampaikan, meskipun larangan penjagalan dan pemindahan telah dicabut, pekerjaan pencegahan epidemi tidak berakhir. Di tahap ini, hanya dapat dikonfirmasi bahwa kasus di Taichung tidak meluas, dan berbagai lain di Taiwan bersih dan bebas virus. Namun, kegiatan di Pusat Tanggap Darurat Demam Babi Afrika tidak berhenti. Fase pencegahan epidemi ini hanya dapat dikatakan berakhir sementara setelah Taiwan mengajukan permohonan status bebas epidemi kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH).