(Taiwan, ROC) Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan hari ini (6/11) menyampaikan laporan khusus ke Komite Luar Negeri dan Pertahanan Nasional dari Yuan Legislatif mengenai "Pemanfaatan dan Pengadaan Drone bagi Militer". MND mengungkapkan, penggunaan drone dibagi menjadi tiga tingkatan operasional berdasarkan tugas tempur, yaitu “gabungan (joint)”, “taktis” dan “tempur”. Dalam hal pelatihan, tiap matra telah mendirikan pusat pelatihan, serta melatih sumber daya pengajar untuk memberikan pelatihan ke satuan dasar, guna memenuhi kebutuhan kemampuan tempur berbagai jenis satuan.
Pada sidang Komite Luar Negeri dan Pertahanan Nasional (6/11), MND diundang untuk melaporkan dan menerima tanya jawab mengenai “Bagaimana Angkatan Bersenjata Membangun Satuan Drone, Perencanaan Pelatihan, dan Pengadaan Perlengkapan”. MND menjelaskan, drone telah banyak digunakan dalam perang modern dan dapat memaksimalkan efektivitas operasi asimetris. Berpedoman pada prinsip “teknologi menggantikan tenaga manusia dan daya tembak menggantikan pasukan,” Angkatan Bersenjata berencana untuk memproduksi banyak drone yang murah, bisa digunakan sekali pakai, dan bisa langsung digunakan untuk mengintai sekaligus menyerang dalam waktu singkat.
MND menjelaskan, drone Angkatan Bersenjata dibagi menjadi tiga tingkat penggunaan menurut tugasnya. Yang pertama adalah “tingkat gabungan” dengan tugas pengintaian dan serangan gabungan di ruang laut dan udara dengan durasi lama dan jangkauan jauh. Kedua, tingkat taktis, yaitu pengintaian dan identifikasi sasaran musuh di laut dan area pendaratan, memancing musuh memakai amunisi pertahanan udaranya, serta mendukung operasi pesisir. Ketiga, tingkat tempur, yaitu memperpanjang jarak peringatan senjata yang telah ada, melakukan serangan secara real-time, dan memperpendek waktu respons operasi.
MND mengungkapkan, sesuai dengan “Pokok-Pokok Perencanaan Kekuatan Gabungan” dan “Rencana Pembangunan Kekuatan Lima Tahun”, Angkatan Bersenjata telah secara bertahap memperoleh berbagai jenis drone, seperti tipe pengawasan dan tipe serang. Ke depan, mereka akan menambah pengembangan teknologi perangkat lunak dan keras, termasuk pengenalan citra, anti-gangguan, serta sistem kendali ganda, guna membangun kapasitas penelitian, pengembangan, dan produksi mandiri dalam negeri, sehingga dapat mencapai tujuan ganda pertahanan dan kemakmuran ekonomi.