Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Tiongkok Akan Menjadi Tuan Rumah KTT APEC 2026; MAC Mengaku Situasi Tidak Menguntungkan, Tapi Akan Menegakkan Status dan Martabat Taiwan

07/11/2025 14:16
Penulis & Editor: Maidin Hindrawan
Tiongkok Akan Menjadi Tuan Rumah KTT APEC 2026; MAC Mengaku Situasi Tidak Menguntungkan, Tapi Akan Menegakkan Status dan Martabat Taiwan
Tiongkok Akan Menjadi Tuan Rumah KTT APEC 2026; MAC Mengaku Situasi Tidak Menguntungkan, Tapi Akan Menegakkan Status dan Martabat Taiwan

(Taiwan, ROC) - KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2026 akan diadakan di Shenzhen, Guangdong, Tiongkok. Zhang Han (張晗), juru bicara Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara Tiongkok, menyatakan pada tanggal 5 bahwa sebagai tuan rumah acara APEC tahun depan, Tiongkok akan menangani partisipasi Taiwan sesuai dengan "Prinsip Satu Tiongkok" dan memorandum APEC yang relevan.

Atas hal ini, Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Taiwan mengadakan konferensi pers pada Kamis sore, menanggapi bahwa situasi untuk KTT tahun depan kemungkinan tidak akan menguntungkan, tetapi akan berusaha untuk menegakkan status keanggotaan dan martabat Taiwan.

Wakil Ketua merangkap Juru Bicara MAC Liang Wen-chieh (梁文傑) menerangkan bahwa posisi Tiongkok sangat jelas: jika ingin berpartisipasi dalam KTT APEC tahun depan, Taiwan harus mematuhi "Prinsip Satu Tiongkok".

Liang menegaskan, pemerintah akan mempertimbangkan dengan cermat semua kemungkinan skenario dan akan berusaha keras untuk menjunjung tinggi status dan martabat keanggotaan Taiwan dalam upaya partisipasi tahun depan.

Liang mencontohkan pengalaman Taiwan dalam berpartisipasi dalam KTT APEC Beijing 2014. Menurutnya, ketika mantan Wakil Presiden Vincent Siew mewakili Taiwan di KTT APEC, Beijing, sebagai tuan rumah, menggunakan berbagai cara untuk merendahkan status keanggotaan Taiwan selama proses berlangsung. Misalnya, alih-alih mengirimkan utusan khusus untuk menyampaikan undangan sebagaimana lazimnya untuk negara peserta APEC, mereka memperlakukannya sebagai urusan lintas selat, hanya mengirimkan Wakil Direktur Kantor Urusan Taiwan saat itu, Gong Qinggai, untuk menyampaikan undangan.

Liang menyebutkan bahwa pertemuan Siew dengan Perdana Menteri Jepang saat itu, Shinzo Abe, dan Menteri Luar Negeri AS saat itu, John Kerry, tidak diungkapkan selama KTT APEC, hanya setelah ia kembali ke Taiwan; dan hal yang sama juga terjadi terjadi di masa pemerintahan Presiden Ma Ying-jeou, maka ia menganggap bahwa "KTT APEC tahun depan pasti tidak akan lebih baik daripada tahun 2014."

Tahun 2026 akan menjadi ketiga kalinya Tiongkok menjadi tuan rumah KTT APEC. Sebelumnya, KTT APEC pernah diadakan di Shanghai pada Oktober 2001 dan Beijing pada November 2014.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解