(Taiwan, ROC) - Acara perjalanan tahunan terbesar di Taiwan, ITF Taipei International Travel Fair 2025 dengan meriah dibuka pada tanggal 7 dan dijadwalkan berlangsung hingga 10 November di Pusat Pameran Nangang Taipei.
Presiden Lai Ching-te hadir dan menyatakan dalam pidato pembukaannya bahwa 123 negara dan kota berpartisipasi dalam ITF tahun ini, menunjukkan potensi perkembangan industri pariwisata masih sangat besar, maka Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) Taiwan hendaknya membantu pelaku usaha domestik berpartisipasi dalam pameran perjalanan di seluruh dunia, tidak hanya “membangun bangsa melalui pariwisata, juga menjalin persahabatan melalui pariwisata.”
Presiden Lai mengatakan, "MOTC juga harus membantu industri dalam negeri berpartisipasi dalam pameran perjalanan di berbagai negara, menyambut tamu-tamu terhormat dan sahabat dari seluruh dunia untuk berkunjung ke Taiwan. Hal ini memungkinkan Taiwan memanfaatkan industri pariwisata untuk menjalin persahabatan dan membangun hubungan dengan komunitas internasional. Baik warga negara kita bepergian ke belahan dunia lain maupun sahabat internasional datang ke Taiwan, ini merupakan kesempatan besar untuk mempererat persahabatan antarnegara dan masyarakat. Kita harus berjuang ke arah ini. Mari kita bangun bangsa kita melalui pariwisata, dan mari kita juga menjalin persahabatan melalui pariwisata!"
Menurut Lai, Taiwan harus membangun bangsa melalui pariwisata, memanfaatkan keindahan pegunungan, sungai, pemandangan, kuliner, lanskap, dan keragaman budaya Taiwan untuk mempromosikan industri pariwisata bebas asap rokok dan mendorong pembangunan ekonomi Taiwan. Tahun lalu, industri pariwisata domestik menghasilkan pendapatan sebesar NT$837,8 miliar, dan Presiden Lai berharap dapat mencapai target NT$1 triliun pada tahun 2030.
Namun, Presiden juga menekankan, masyarakat Taiwan saat ini menghabiskan lebih dari NT$1,4 triliun per tahun untuk pariwisata, tapi lebih dari NT$900 miliar dihabiskan untuk perjalanan luar negeri, sementara hanya NT$500 miliar yang dihabiskan untuk perjalanan domestik menunjukkan perlunya pariwisata domestik untuk diperkuat.
Lebih lanjut, kepala negara juga mengingatkan para operator akomodasi bahwa mereka kini perlu bersaing tidak hanya dengan penyedia akomodasi di negara tetangga, tetapi juga dengan kabupaten dan kota tetangga, bahkan internasional. Oleh karena itu, mereka harus memanfaatkan liburan panjang sebanyak sembilan kali per tahun dan kebijakan yang memperbolehkan industri akomodasi mempekerjakan pekerja migran asing untuk mengintensifkan upaya peningkatan kualitas dan layanan; sementara pemerintah juga akan membentuk tim nasional melalui pendekatan "setiap departemen adalah kementerian pariwisata" untuk memoles citra pariwisata Taiwan.