(Taiwan, ROC) --- Taifun Kalmaegi telah menimbulkan kerugian besar dan korban jiwa di Filipina. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban tewas yang terkonfirmasi mencapai 224 orang, sementara 135 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Belum sempat pulih, Filipina kini harus bersiap menyambut Taifun ke-26, yakni Taifun Fung-Wong.
Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) telah memperingatkan bahwa Taifun Fung Wong diprediksi akan memicu hujan deras berskala nasional dan banjir yang meluas di seluruh wilayah Filipina.
Mengutip laporan dari The Philippine Star, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyampaikan penyesalan dan kesedihan mendalam atas banyaknya korban jiwa akibat Taifun Kalmaegi. Marcos mengakui bahwa meskipun pemerintah telah berupaya maksimal dalam persiapan, upaya tersebut masih belum memadai untuk menghadapi bencana banjir ekstrem.
"Sebagian besar dari mereka terseret arus banjir karena skala banjir yang terlalu besar, dan kecepatan banjir bandang yang datang dari pegunungan begitu cepat," ujar Ferdinand Marcos Jr.
Provinsi Cebu menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan jumlah gabungan korban tewas dan hilang mencapai lebih dari 200 orang, disusul oleh Provinsi Negros Occidental. Data statistik menunjukkan, kerugian sektor pertanian Filipina telah melampaui ₱80 juta, dan populasi yang terdampak bencana ini mencapai lebih dari 2 juta jiwa.
Yang mengkhawatirkan, Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) memperingatkan bahwa Taifun Fung-Wong yang akan segera tiba diprediksi akan membawa curah hujan tinggi dan bencana banjir yang meluas di seluruh Filipina.
PAGASA mendesak keras masyarakat dan departemen manajemen pengurangan bencana pemerintah untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna melindungi keselamatan jiwa dan harta benda.