(Taiwan, ROC) --- Sebuah operasi senyap berskala masif yang dilancarkan kepolisian Kamboja berhasil membongkar dua basis penipuan lintas negara di Kota Bavet, sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan Vietnam. Dalam penggerebekan tersebut, total 658 warga negara asing diamankan, termasuk 32 warga Taiwan yang hanya bisa tertunduk lesu saat ditangkap.
Menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak, penggerebekan yang dilakukan pada 4 November 2025 dini hari itu menyasar dua lokasi terpisah.
Di lokasi pertama, 57 tersangka berhasil ditahan, terdiri dari 32 warga Taiwan, 13 warga Jepang, serta warga Filipina, Vietnam, dan Singapura. Sindikat ini terungkap menggunakan modus klasik tetapi efektif, yakni menyamar sebagai aparat penegak hukum untuk menakut-nakuti korban agar mentransfer sejumlah uang.
Kejutan lebih besar menanti di lokasi kedua, sebuah gedung kembar sembilan lantai. Di sana, polisi menangkap 601 tersangka lainnya, mayoritas warga negara Vietnam.

32 warga Taiwan diamankan oleh pihak Kamboja dalam sebuah operasi pemberantasan penipuan. Foto: Kepolisian Kamboja
Skala operasi mereka jauh lebih canggih, mencakup penipuan investasi, pemalsuan transaksi bank, jebakan asmara, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan video deepfake yang meyakinkan.
Operasi ini merupakan bagian dari Proyek Nasional Pemberantasan Penipuan Daring yang digagas langsung oleh Perdana Menteri Hun Manet sejak Juli. Sang perdana menteri telah mengeluarkan perintah tegas, memperingatkan bahwa setiap pejabat yang lalai dalam tugas pemberantasan ini akan dicopot dari jabatannya.
Sejak akhir Juni, komite pemberantasan nasional telah melancarkan 92 operasi gabungan dan menangkap lebih dari 3.400 tersangka dari 20 negara. Pemerintah Kamboja menegaskan sikap toleransi nol, berjanji tidak akan pernah membiarkan wilayahnya menjadi surga bagi para pelaku kejahatan siber lintas negara.