Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Kamboja Menggerebek Markas Besar Penipuan! Menangkap 658 Pelaku Asing, 32 Warga Taiwan Diamankan!

09/11/2025 15:26
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Kamboja Menggerebek Markas Besar Penipuan! Menangkap 658 Pelaku Asing, 32 Warga Taiwan Diamankan!
Kamboja Menggerebek Markas Besar Penipuan! Menangkap 658 Pelaku Asing, 32 Warga Taiwan Diamankan!

(Taiwan, ROC) --- Sebuah operasi senyap berskala masif yang dilancarkan kepolisian Kamboja berhasil membongkar dua basis penipuan lintas negara di Kota Bavet, sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan Vietnam. Dalam penggerebekan tersebut, total 658 warga negara asing diamankan, termasuk 32 warga Taiwan yang hanya bisa tertunduk lesu saat ditangkap.

Menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak, penggerebekan yang dilakukan pada 4 November 2025 dini hari itu menyasar dua lokasi terpisah.

Di lokasi pertama, 57 tersangka berhasil ditahan, terdiri dari 32 warga Taiwan, 13 warga Jepang, serta warga Filipina, Vietnam, dan Singapura. Sindikat ini terungkap menggunakan modus klasik tetapi efektif, yakni menyamar sebagai aparat penegak hukum untuk menakut-nakuti korban agar mentransfer sejumlah uang.

Kejutan lebih besar menanti di lokasi kedua, sebuah gedung kembar sembilan lantai. Di sana, polisi menangkap 601 tersangka lainnya, mayoritas warga negara Vietnam.

▲▼柬埔寨逮捕658詐騙犯!包含32台人。(圖/翻攝自柬中時報)

 32 warga Taiwan diamankan oleh pihak Kamboja dalam sebuah operasi pemberantasan penipuan. Foto: Kepolisian Kamboja

Skala operasi mereka jauh lebih canggih, mencakup penipuan investasi, pemalsuan transaksi bank, jebakan asmara, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan video deepfake yang meyakinkan.

Operasi ini merupakan bagian dari Proyek Nasional Pemberantasan Penipuan Daring yang digagas langsung oleh Perdana Menteri Hun Manet sejak Juli. Sang perdana menteri telah mengeluarkan perintah tegas, memperingatkan bahwa setiap pejabat yang lalai dalam tugas pemberantasan ini akan dicopot dari jabatannya.

Sejak akhir Juni, komite pemberantasan nasional telah melancarkan 92 operasi gabungan dan menangkap lebih dari 3.400 tersangka dari 20 negara. Pemerintah Kamboja menegaskan sikap toleransi nol, berjanji tidak akan pernah membiarkan wilayahnya menjadi surga bagi para pelaku kejahatan siber lintas negara.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解