(Taiwan, ROC) --- Menyusul kedatangan Taifun Fung-Wong, Wali Kota Taoyuan, Chang San-cheng (張善政), pada Senin kemarin (10/11) secara resmi mengumumkan penangguhan seluruh aktivitas kerja dan sekolah untuk Selasa hari ini (11/11). Keputusan tegas ini segera memicu gelombang sanjungan masif dari warganet, yang membanjiri laman media sosial sang wali kota dengan ungkapan pujian dan dukungan.
Reaksi publik terhadap keputusan libur taifun ini sangat antusias. Berbagai komentar memuji ketegasan Chang San-cheng, bahkan memberinya julukan pria paling tampan dan gagah yang pernah dilihat seumur hidup.
Menanggapi apresiasi tersebut, Chang San-cheng mengungkapkan alasan kunci di balik keputusannya yang dinilai berani dan proaktif. Melalui unggahan resmi di Facebook, ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada analisis mendalam terhadap data meteorologi.
"Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah pesisir dan pegunungan Taoyuan telah memenuhi standar untuk penangguhan kerja dan sekolah. Sementara itu, wilayah dataran rendah diperkirakan akan menghadapi hembusan angin hingga kategori 10 dan kecepatan angin rata-rata kategori 7," jelas Chang San-cheng.
Namun, faktor penentu utama adalah pertimbangan sosial dan logistik. Wali Kota menekankan pentingnya mempertimbangkan mobilitas komuter antar-wilayah yang tinggi di Taoyuan, serta masalah pengaturan pengasuhan anak bagi para orang tua pekerja.
Staf Pemerintah Kota Taoyuan lebih lanjut menjelaskan bahwa Wali Kota dan timnya telah melakukan diskusi yang sangat cermat. Setelah meninjau detail data klimatologi, mereka menyimpulkan adanya risiko curah hujan yang mencapai batas standar dan peningkatan kekuatan angin yang sulit diprediksi.
Dengan mempertimbangkan populasi komuter yang besar dan isu pengasuhan anak, diputuskan bahwa penangguhan aktivitas kerja dan sekolah secara menyeluruh adalah langkah paling bijaksana untuk menjamin keselamatan dan ketertiban umum.
Sebagai penutup, Chang San-cheng mengimbau seluruh warga Taoyuan untuk mempersiapkan diri menghadapi taifun lebih awal, menghindari bepergian jika tidak perlu, dan sama sekali tidak mengunjungi daerah pegunungan atau pesisir. Warga diminta segera menghubungi 119 atau 1999 untuk melaporkan insiden atau bencana terkait.