Mantan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) berkunjung ke Jerman untuk menghadiri kegiatan “Berlin Freedom Week” pertama, dan memberikan ceramah dengan judul “Ancaman yang dihadapi negara demokratis: Pengalaman Taiwan dalam membela kebebasan” dalam Konferensi Kebebasan Berlin (Berlin Freedom Conference) pada tanggal 10 malam waktu Taiwan. Tsai Ing-wen menegaskan, kini Taiwan berada di garis paling depan pertahanan demokrasi, tetapi kemudian hari, negara lainnya juga akan menghadapi tantangan yang sama, cara satu-satunya adalah bekerja sama untuk memperkuat pertahanan, dengan demikian baru dapat saling menjaga keberlanjutan dari keamanan dan kehidupan demokrasi.
Dalam ceramahnya, Tsai Ing-wen menyampaikan, sistem demokrasi global semakin mendapat tantangan berat beberapa tahun terakhir ini. Otoritarianisme menggunakan cara yang hampir sama di Benua Eropa dan Asia, termasuk perang kognitif dan informasi tidak benar, kaum otoriter memanfaatkan keterbukaan dari masyarakat demokratis untuk turut campur tangan dalam pemilu untuk membuat perpecahan dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan serta sistem demokrasi. Serangan-serangan ini menyembunyikan sesuatu yang merugikan masyarakat demokrasi.
Tsai Ing-wen mengemukakan, tindakan-tindakan dari negara otoriter yang menerapkan perang kognitif, memanipulasi informasi untuk menginvasi demokrasi global. Tsai menekankan, Taiwan sangat memahami ancaman ini dan bersedia berbagi pengalaman “Dengan pertahanan untuk melindungi kebebasan” kepada negara lain, mengimbau masyarakat negara demokrasi untuk bersatu melawan tantangan baru.