(Taiwan, ROC) --- Taifun Fung-Wong yang bergerak mendekati Taiwan telah mengukir sejarah klimatologi. Setelah 58 tahun, Taiwan untuk pertama kalinya menghadapi taifun yang mendarat dari arah barat daya pada bulan November.
Meskipun intensitasnya terus melemah, tetapi potensi pendaratan di sepanjang pantai Pingtung masih diwaspadai.
Pakar cuaca Lin De-En (林德恩) melalui platform media sosialnya menegaskan bahwa meskipun radius badai menunjukkan tren penyusutan yang jelas, wilayah selatan dan timur Taiwan tetap berada dalam radius dampak utama taifun, menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat.
Jalur Badai yang Tidak Menentu dan Pelemahan Struktural
Ketidakpastian mengenai lokasi pendaratan taifun menjadi fokus utama. Pakar cuaca di Taiwan Wu De-rong (吳德榮) menjelaskan bahwa Taifun Fung-Wong terus melemah akibat pembatasan uap air oleh topografi Pulau Luzon dan Taiwan, serta lingkungan pergeseran angin yang lebih besar.
Menurut simulasi cuaca dari Eropa (ECMWF), jalur rata-rata Taifun Fung-Wong akan melewati ujung selatan Taiwan. Namun, Wu De-rong menekankan bahwa titik pendaratan taifun ini mendapatkan banyak ketidakpastian. Ia juga mengingatkan bahwa pusat taifun yang mendarat di ujung selatan Taiwan belum tentu membawa curah hujan dan angin terkuat, diakibatkan dampak terburuk yang seringkali terjadi pada pita hujan yang terdistorsi oleh topografi.
Pasca-Badai: Gelombang Dingin Terkuat Musim Gugur Tiba
Setelah Fung-Wong menjauh besok, suhu akan sedikit menurun seiring menguatnya angin dari utara. Hujan lokal masih berpotensi terjadi di utara Miaoli dan Yilan.
Namun, perhatian utama beralih ke pekan depan. Mulai Senin (17/11), gelombang udara dingin terkuat sejak awal musim gugur akan mulai bergerak ke selatan. Suhu akan turun drastis, terutama di sisi yang menghadap angin.
Diprediksi bahwa Selasa malam (18/11) dan Rabu pagi (19/11) akan mencatat suhu terendah sejak awal musim gugur, menuntut masyarakat untuk bersiap menghadapi transisi mendadak dari badai tropis ke kondisi dingin ekstrem.