Ditjen Pengawas Makanan dan Obat Taiwan (Food and Drug Administration/FDA) tanggal 11 November mengumumkan daftar produk yang tidak lolos uji, lada hitam yang diimpor dari Vietnam terdeteksi mengandung sudan red yang berisiko menyebabkan kanker, 2 kloter pengiriman dengan total 23 ton lada hitam dikirimkan dari Vietnam akan dimusnahkan seluruhnya. Perusahaan yang melanggar ini sebelumnya sempat melakukan pelanggaran mengimpor bubuk cabai yang mengandung sudan red dari Tiongkok.
Ditjen Pengawas Makanan dan Obat Taiwan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) mengumumkan hasil pemeriksaan produk impor yang tidak lolos uji terbaru, terdapat 17 jenis produk yang tidak lolos, seperti Chinese water chestnut beku dari Tiongkok, daging cherry berku dari Vietnam, jeruk mandarin segar dari Australia, minuman soda dari Vietnam, jintan hitam dari India, rice bran oil dari Thailand dan lainnya yang terdeteksi kandungan pestisida melebihi standar yang ditentukan sehingga akan dikirim balik atau dimusnahkan.
Belakangan ini kembali terdeteksi adanya produk yang mengandung “sudan red” yang berisiko menyebabkan kanker, Kepala Pusat Pengendalian FDA untuk kawasan utara Liu Fang-ming (劉芳銘) menjelaskan kepada media, kali ini ada dua pengiriman dari dua perusahaan berbeda yaitu “Taiwan Hsin Lin (THL)” dan “Pei Jun CO. LTD.”, hasil pemeriksaan memperlihatkan lada hitam yang diimpor dari Vietnam mengandung sudan red no.4, yang tidak diperkenankan pemakaian dalam produk makanan berdasarkan standar pengendalian FDA MOHW.
Dua pelanggaran kali ini mencakup lada hitam dari Vietnam yang jumlahnya melebihi 23 ton, Liu Fang-ming menyampaikan, semuanya harus dimusnahkan, tidak boleh dikirim balik. Berdasarkan statistik FDA, selama setengah tahun terakhir terhitung dari 3 Maret – 4 November 2025 ada 7 dari 56 pengiriman lada hitam dari Vietnam tidak memenuhi standar FDA, yang berarti tingkat tidak lolos mencapai 12,5%, alasan tidak lolos karena mengandung sudan red dan residu pestisida.