(Taiwan, ROC) --- Kasus kematian misterius selebgram Taiwan, Hsieh Yu-hsin (謝侑芯), memasuki babak baru yang dramatis. Dalam sebuah pembalikan yang mengejutkan, penyanyi Malaysia Namewee (黄明志), yang menjadi figur sentral dalam penyelidikan pembunuhan ini, akan dibebaskan hari ini (13/11) dengan jaminan polisi. Keputusan ini diambil setelah Jaksa Agung Malaysia menyatakan tidak ada cukup bukti yang mengaitkannya dengan insiden tersebut.
Ironisnya, kabar pembebasan ini justru menjadi kejutan bagi tim kuasa hukum Namewee sendiri. Pengacaranya, Cheng Ching-feng (鄭清豐), secara terbuka mengaku baru mengetahui perkembangan krusial ini melalui laporan media.
Pengumuman yang membalikkan narasi kasus ini datang langsung dari Jaksa Agung Malaysia pada Rabu malam (12/11). Ia menegaskan bahwa setelah masa penahanan kedua berakhir, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan hubungan langsung antara Namewee dengan kematian Hsieh Yu-hsin.
Namun, Jaksa Agung juga memberikan peringatan tegas, pembebasan ini tidak menutup kasus secara permanen.
"Jika di kemudian hari muncul bukti baru, maka Kejaksaan Agung tetap berhak mengambil tindakan hukum yang sesuai terhadap Namewee," ujar jaksa.
Di sisi lain, pihak keluarga mendiang Hsieh Yu-hsin menegaskan bahwa perjuangan mencari keadilan belum berakhir. Melalui pengacara mereka, Chen Chun-ta (陳俊達), keluarga menyatakan bahwa pembebasan Namewee adalah prosedur hukum biasa jika tidak ada dakwaan yang diajukan.
"Namun, ini tidak berarti kasus ini selesai sampai di sini," tegas Chen Chun-ta. Ia menambahkan bahwa keluarga yang telah kembali ke Taiwan akan terus berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia untuk memantau setiap perkembangan kasus.

Namewee (kiri) dan Hsieh Yu-hsin (kanan). Foto: IG
Tragedi ini bermula pada 22 Oktober 2025, ketika Hsieh Yu-hsin (usia 31 tahun), ditemukan tewas di sebuah hotel bintang lima di Kuala Lumpur. Penyelidikan awal mengungkap bahwa ia berada di kamar hotel bersama Namewee sesaat sebelum kematiannya.
Penemuan pil biru dan narkoba di lokasi kejadian membuat polisi Malaysia meningkatkan status kasus menjadi penyelidikan pembunuhan, yang berujung pada penyerahan diri Namewee.
Kepala Polisi Kuala Lumpur, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa keduanya memiliki hubungan yang istimewa dan intim, dan telah check-in bersama di hotel tersebut, menjadikan Namewee sebagai fokus utama dalam penyelidikan yang kini menemui jalan buntu.