(Taiwan, ROC) Menteri-menteri Luar Negeri yang tergabung dalam Group of Seven (G7) pada tanggal 12 November mengumumkan pernyataan bersama, selain mengungkit perlunya gencatan senjata dalam perang Rusia dan Ukraina, juga menegaskan pentingnya untuk menjaga stabilitas dan perdamaian Selat Taiwan, serta menyampaikan keprihatinannya atas tindakan expansi militer dari Tiongkok.
Menteri-menteri Luar Negeri G7 yang mengadakan pertemuan di Niagara Region, Kanada berlangsung 2 hari (11-12 November), dan menyampaikan penjelasan setelah berakhirnya pertemuan, “Kami kembali dengan tegas memberikan dukungan atas Ukraina dalam mempertahankan wilayah dan hak hiudp, serta mendukung kebebasan, kedaulatan dan independen.”
Pernyataan ini mengungkit, “Kami menegaskan kembali bahwa gencatan senjata tidak boleh ditunda. Kami menyetujui penggunaan jalur negosiasi sebagai titik awal pembukaan. Kami berkeyakinan, perbatasan internasional tidak seharusnya berubah melalui kekerasan senjata.”
Dalam pernyataan Menteri Luar Negeri G7 mengemukakan, “Kami menegaskan pentingnya untuk menjaga kestabilan dan perdamaian Selat Taiwan, dan menentang segala upaya mengubah status quo secara sepihak, khususnya dengan tindakan pemaksaan dan kekerasan.”
Dalam peryataan ini juga mengungkapkan, “Kami mendukung penyelesaian masalah lintas selat secara damai melalui dialog konstruktif. Bersamaan dengan itu kami menyampaikan dukungan bagi keinginan Taiwan untuk bergabung dalam organisasi internasional.”
Pernyataan ini memberikan rujukan, “Kami merasa prihatin dengan tindakan ekspansi militer Tiongkok, mengimbau Beijing untuk meningkatkan tranparansi dan komitmen dalam menjaga kestabilan.”