(Taiwan, ROC) Pada 28 Oktober, kepolisian Chongqing memulai penyelidikan terhadap seorang legislator DPP, Puma Shen(沈伯洋) yang diidentifikasi oleh Partai Komunis Tiongkok sebagai "tokoh pro-kemerdekaan garis keras”. Pada pagi hari 9 November, media pemerintah Tiongkok, CCTV News merilis sebuah video yang mengungkap latar belakang Puma Shen, dianggap sebagai ancaman dan akan ditangkap.
Puma Shen mengatakan, Daratan Tiongkok senantiasa menggunakan cara mengintimidasi agar warga Taiwan membungkam, akan tetapi dirinya ingin memberitahu kepada dunia, menjadi orang Taiwan yang berani, sama sekali tidak akan mundur, lagipula saat ini berada di tempat ini, tidak hanya untuk membela demokrasi Taiwan melainkan memperjuangkan kebebasan demokrasi dunia.
Puma Shen mengatakan, setelah dirinya masuk dalam sidang Kongres Jerman, berharap agar Tiongkok mengetahui “Ini Taiwan, Ini kebebasan dan kami tidak pernah mundur (This is Taiwan, this is freedom,and we will never back down)”.
Puma Shen menekankan, Taiwan menanggapi ancaman Tiongkok dengan tidak gentar, meminta agar semuanya tidak perlu takut, meskipun mendapat ancaman akan ditangkap, Puma Shen membeberkan, kali ini progress Kongres Jerman berjalan dengan normal, juga tidak mengajukan perlindungan khusus apapun. Ia juga mengemukakan, ada informasi yang disebarluaskan, pihak Tiongkok terkejut dengan perjalanannya ke luar negeri, merasa ini adalah serangan, selalu mempertanyakan, “kapan Puma Shen akan keluar negeri lagi?”
Menurut laporan CCTV News, media pemerintah Tiongkok, pada 26 Maret, Kantor Urusan Taiwan mengumumkan dua orang sebagai antek pro-kemerdekaan, yaitu youtuber Bajiong dan PYC. Sebuah surat dikeluarkan, menampilkan foto, nama asli, dan nomor kartu identitas Taiwan mereka, yang menyampaikan tindakan mereka melanggar Pasal 103 Hukum Pidana Tiongkok, khususnya kejahatan menghasut perpecahan. Saat bersamaan, surat tersebut menyebut bahwa, menyembunyikan buronan akan dimintai pertanggungjawaban hukum, dan balasan untuk pelapor akan dihukum berat sesuai peraturan yang berlaku.
Tiongkok telah membuka penyelidikan terhadap Puma Shen atas dugaan perpecahan dan mengancam akan menangkapnya di seluruh dunia. Menteri Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Chiu Chui-cheng, menyatakan, ini adalah praktik tekanan transnasional yang umum, bertujuan untuk mengintimidasi dan memecah belah Taiwan. Ia mendesak partai penguasa dan oposisi, serta seluruh bangsa, untuk bersatu dan mencegah PKT meraih kemenangan.