Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Kekejaman di Balik Layar: Pria di Kaohsiung Siksa Kucing dengan Microwave, Klaim Organ Dalamnya Matang dan Tantang Netizen

14/11/2025 16:13
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Kekejaman di Balik Layar: Pria di Kaohsiung Siksa Kucing dengan Microwave, Klaim Organ Dalamnya Matang dan Tantang Netizen (PIXABAY)
Kekejaman di Balik Layar: Pria di Kaohsiung Siksa Kucing dengan Microwave, Klaim Organ Dalamnya Matang dan Tantang Netizen (PIXABAY)

(Taiwan, ROC) --- Sebuah pengakuan sadis di media sosial telah menggegerkan Taiwan. Seorang pria bermarga Zhuo (卓姓) secara terbuka mengklaim telah menyiksa seekor kucing menggunakan microwave hingga organ dalamnya matang dan bahkan mencoba menjual video kekejaman tersebut. Aksi kejinya, ditambah dengan sikap menantang, telah memicu gelombang kemarahan nasional.

Pada akhir Oktober, Zhuo mengunggah postingan di platform Threads, membanggakan perbuatannya dengan menyertakan potongan suara jeritan kucing yang menyayat hati. "Bayar untuk membuka video," tulisnya, seolah menjadikan penderitaan makhluk hidup sebagai produk jualan.

Saat dikecam netizen, ia justru menantang, "Meskipun ada video dan foto, selama tidak ada bukti di tempat kejadian, kalian tidak akan bisa menangkap saya."

Kemarahan publik mendorong Anggota Dewan Kota Kaohsiung, Bai Qiao-yin (白喬茵), untuk turun tangan. Bersama polisi dan Dinas Perlindungan Hewan, ia menggerebek kediaman Zhuo, tetapi hanya menemukan kandang kosong. Zhuo berkilah akunnya diretas dan mengklaim kucing-kucing yang pernah diadopsinya telah kabur atau dilepaskan di taman.

Namun, penyelidikan mengungkap fakta lain. Antara September dan Oktober, Zhuo diketahui telah mengadopsi setidaknya lima ekor kucing dari berbagai lembaga, yang kini seluruhnya lenyap tanpa jejak.

Atas dasar penelantaran hewan, ia dikenai denda minimal NT$150.000 dan kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. Bai Qiao-yin mendesak hukuman yang lebih berat, mengusulkan prinsip satu kasus, satu hukuman dan perbaikan sistem blacklist untuk mencegah predator hewan berkedok pengadopsi.

Dinas Perlindungan Hewan berjanji akan terus mengumpulkan bukti untuk menjerat Zhuo dengan pasal penyiksaan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解