(Taiwan, ROC) --- Sebuah pengakuan sadis di media sosial telah menggegerkan Taiwan. Seorang pria bermarga Zhuo (卓姓) secara terbuka mengklaim telah menyiksa seekor kucing menggunakan microwave hingga organ dalamnya matang dan bahkan mencoba menjual video kekejaman tersebut. Aksi kejinya, ditambah dengan sikap menantang, telah memicu gelombang kemarahan nasional.
Pada akhir Oktober, Zhuo mengunggah postingan di platform Threads, membanggakan perbuatannya dengan menyertakan potongan suara jeritan kucing yang menyayat hati. "Bayar untuk membuka video," tulisnya, seolah menjadikan penderitaan makhluk hidup sebagai produk jualan.
Saat dikecam netizen, ia justru menantang, "Meskipun ada video dan foto, selama tidak ada bukti di tempat kejadian, kalian tidak akan bisa menangkap saya."
Kemarahan publik mendorong Anggota Dewan Kota Kaohsiung, Bai Qiao-yin (白喬茵), untuk turun tangan. Bersama polisi dan Dinas Perlindungan Hewan, ia menggerebek kediaman Zhuo, tetapi hanya menemukan kandang kosong. Zhuo berkilah akunnya diretas dan mengklaim kucing-kucing yang pernah diadopsinya telah kabur atau dilepaskan di taman.
Namun, penyelidikan mengungkap fakta lain. Antara September dan Oktober, Zhuo diketahui telah mengadopsi setidaknya lima ekor kucing dari berbagai lembaga, yang kini seluruhnya lenyap tanpa jejak.
Atas dasar penelantaran hewan, ia dikenai denda minimal NT$150.000 dan kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. Bai Qiao-yin mendesak hukuman yang lebih berat, mengusulkan prinsip satu kasus, satu hukuman dan perbaikan sistem blacklist untuk mencegah predator hewan berkedok pengadopsi.
Dinas Perlindungan Hewan berjanji akan terus mengumpulkan bukti untuk menjerat Zhuo dengan pasal penyiksaan.