(Taiwan, ROC) --- Sebuah rekaman video dari kios pinang di Distrik Xinzhuang, Kota New Taipei, telah memicu kemarahan publik, memperlihatkan aksi brutal seorang ibu yang menganiaya putrinya sendiri dengan dalih mendisiplinkan.
Dalam puncak amarahnya, wanita itu tidak hanya menampar dan memukul, tetapi juga menjinjing tubuh mungil anaknya dengan satu tangan sebelum membantingnya dengan keras, sebuah tindakan yang lebih mirip menghajar musuh ketimbang mendidik.
Insiden mengerikan yang terjadi pada 11 November 2025 kemarin terekam jelas. Di hadapan dua pegawai kios lainnya, sang ibu meluapkan amarahnya yang membabi buta. Sebuah tamparan keras membuat putrinya jatuh tersungkur. Belum puas, ia kembali melayangkan dua tamparan saat sang anak masih di lantai. Gadis kecil itu menangis histeris, tetapi sang ibu justru mengambil gagang sapu dan terus memukulinya.
Sebuah rekaman video dari kios pinang di Distrik Xinzhuang, Kota New Taipei, memperlihatkan aksi brutal seorang ibu yang menganiaya putrinya sendiri. Foto: YAHOO
Dalam keputusasaan, sang anak mencoba mencari perlindungan di belakang seorang pegawai wanita, memeluk erat pahanya. Namun, pemandangan itu disambut dengan sikap acuh tak acuh, pegawai tersebut justru berjalan menjauh seolah tak terjadi apa-apa.
Puncak kekejaman terjadi saat sang ibu menjambak lengan putrinya, mengangkat tubuhnya ke udara seolah menjinjing ayam, lalu membawanya ke ruang belakang dan membantingnya ke tumpukan kardus.
Puncak kekejaman terjadi saat sang ibu menjambak lengan putrinya, mengangkat tubuhnya ke udara seolah menjinjing ayam, lalu membawanya ke ruang belakang dan membantingnya ke tumpukan kardus. Foto: YAHOO
Menanggapi laporan yang viral, Dinas Sosial segera bertindak. Setelah melakukan evaluasi, anak tersebut kini telah ditempatkan dalam perlindungan darurat. Pihak berwenang akan mengajukan perintah perlindungan ke pengadilan dan menuntut agar sang ibu diwajibkan mengikuti program pendidikan pengasuhan anak. Pihak kepolisian juga telah memanggil dan memberikan peringatan keras kepada wanita tersebut untuk tidak mengulangi perbuatannya.