(Taiwan, ROC) - Kerja sama Taiwan dengan Amerika Serikat dan Jepang di bidang politik, ekonomi, teknologi, dan budaya yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, sangat penting untuk menjaga perdamaian Selat Taiwan dan stabilitas regional.
Melalui postingan yang diunggah di media sosial Facebook pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) menekankan bahwa, sebagaimana dinyatakan Presiden Lai Ching-te (賴清德), perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan merupakan elemen penting bagi keamanan dan kemakmuran global. Taiwan akan terus mempererat hubungan kerja samanya dengan semua negara yang sepaham dan bekerja sama untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional.
Situasi di Asia Timur akhir-akhir ini agak bergejolak. Menteri Lin menjelaskan bahwa ia telah berdiskusi mendalam mengenai Selat Taiwan dan isu-isu keamanan regional dengan para akademisi dan pakar dari Sasakawa Peace Foundation Jepang dan Institute for Indo-Pacific Security Amerika Serikat pada 14 November.
Lin menyatakan bahwa diplomasi pada hakikatnya adalah praktik nilai-nilai bersama antarbangsa. Taiwan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai inti demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia, serta merupakan mitra internasional yang bertanggung jawab dan terpercaya.
Menurutnya, nilai-nilai ini memungkinkan Taiwan untuk bekerja sama secara erat dengan negara-negara sahabat seperti Amerika Serikat dan Jepang berdasarkan fondasi kepercayaan yang kokoh, di berbagai bidang seperti perdagangan dan teknologi yang sangat penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan.
Menteri Lin juga menunjukkan bahwa, dengan diplomasi berbasis nilai dari Presiden Lai Ching-te sebagai inti, Kementerian Luar Negeri (MOFA) secara aktif menerapkan strategi diplomatik yang komprehensif, berupaya memanfaatkan "strategi tiga rantai" yakni posisi Taiwan yang menguntungkan di persimpangan "rantai nilai demokrasi", "rantai pulau pertama Indo-Pasifik", dan "rantai pasokan non-merah", serta memperdalam hubungan kerja sama dengan sekutu demokratis untuk saling menguntungkan dan mencapai kemakmuran.
Sementara perihal tekanan Tiongkok terhadap Taiwan dalam hal diplomasi, ekonomi, dan keamanan yang semakin meningkat, Lin mencontohkan kasus legislator DPP, Shen Po-yang, yang sedang diselidiki oleh otoritas keamanan publik Tiongkok, dan menunjukkan bahwa Tiongkok menggunakan represi lintas batas untuk mengintimidasi perwakilan rakyat terpilih dan melemahkan sistem demokrasi Taiwan.
Hal ini, tegas Lin, telah menantang tatanan kebebasan dan demokrasi internasional, dan Taiwan akan bersatu dengan mitra demokrasinya untuk mempertahankannya.