Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Apa itu Fipronil? Apa Dampak Konsumsi Telur Fipronil Terhadap Kesehatan Manusia?

18/11/2025 10:08
Penulis & Editor: Amina Tjandra
telur dengan warna yang berbeda
telur dengan warna yang berbeda

(Taiwan, ROC) Belakangan ini, ditemukan telur yang dijual mengandung residu pestisida “fipronil” yang berlebihan, sejumlah telur telah didistribusikan ke 9 kabupaten/ kota termasuk Taichung, Taoyuan, Kaohsiung dan lainnya yang dipasarkan di PX mart dan Supermarket Fengkang, dan semuanya telah ditarik dengan rak penjualannya. Sebenarnya apa sih fipronil itu? Apa dampak terhadap kesehatan manusia? Bagaimana cara untuk mengetahui apakah telur yang dibeli terkontaminasi fipronil?

Berdasarkan "standar batas maksimum residu pestisida dalam produk hewani" yang diatur dalam Undang-Undang Keamanan Pangan, batas aman residu fipronil pada produk pertanian ditetapkan sebesar 0.01 ppm (parts per million), dan regulasi di Taiwan ini sebenarnya lebih ketat dibandingkan dengan negara-negara Eropa dan Amerika. Kasus kali ini, dari pemkab Changhua mendapati kandungan residu (Fipronil-sulfone) pada telur mencapai 0,003 ppm, tidak memenuhi dari standar yang diizinkan sehingga peredaran telur tersebut ditarik dari penjualannya.

Apa Itu Fipronil?
Dokter Spesialis Nefrologi Rumah Sakit Linkou Chang Gung dan Pakar Toksikologi, dr. Yen Tzung-hai menjelaskan bahwa fipronil adalah sejenis insektisida yang efeknya tahan lama. Di Taiwan, penggunaannya hanya terbatas untuk keperluan pertanian dan obat hewan peliharaan.

Jika terpapar fipronil dapat menyebabkan keracunan saraf (neurotoksin), fipronil digunakan untuk mematikan sistem saraf pusat pada serangga, yang dapat menyebabkan serangga menjadi lumpuh dan mati.

Dr. Yen Tzung-hai menjelaskan, fipronil yang dapat menyebabkan keracunan saraf pada serangga, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikannya sebagai zat beracun tingkat sedang, dalam uji coba hewan, kandungan fipronil dapat meningkatkan risiko kanker tiroid, namun studi risiko kanker pada manusia belum dikonfirmasi.

"Namun, jika manusia terpapar fipronil dalam jumlah besar atau jangka panjang, zat ini dapat membahayakan hati, ginjal, dan tiroid. Gejala keracunan akut mencakup kerusakan sistem saraf pusat seperti sakit kepala, mual, kejang, dan penurunan kesadaran."

Apa yang Terjadi Jika Memakan Telur Fipronil?

Dr. Yen Tzung-hai menjelaskan bahwa jika masyarakat tidak sengaja mengonsumsi telur dengan residu fipronil dalam jumlah kecil, tidak akan langsung menyebabkan keracunan akut. Namun, jika dikonsumsi terus-menerus setiap hari dan terakumulasi dalam jangka panjang, dapat menimbulkan bahaya kronis bagi tubuh manusia.

"Asupan Harian yang Dapat Diterima (ADI) Fipronil untuk manusia adalah 0,0002 mg per kilogram berat badan (setara dengan 0,2 mikrogram per kg). Jika dikonversi dari konsentrasi residu Fipronil 0,03 ppm dalam kasus ini, untuk orang dewasa dengan berat 60 kg, ada kemungkinan muncul gejala keracunan setelah mengonsumsi lebih dari 8 butir telur per hari”.

Apa yang harus dilakukan jika mengonsumsi telur fipronil? Dr. Yen Tzung-hai mengingatkan, jika muncul gejala keracunan setelah mengonsumsi telur yang mengandung fipronil, segera cari pertolongan medis spesialis Nefrologi (Ginjal), Toksikologi, dokter Keluarga, atau Unit Gawat Darurat. "Karena fipronil merupakan zat yang sulit larut dalam air, konsumsi air putih dalam jumlah banyak tidak efektif untuk mendetoksnya. Saat ini belum ada obat penawar (antidot), sehingga penanganan hanya dapat dilakukan dengan meredakan gejala secepat mungkin.”

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解