美國會研究處報告 截至2023年底41名美軍人員駐台
(Taiwan, ROC) Beberapa tahun terakhir ini pertukaran sektor pertahanan Taiwan-AS ada kecenderungan untuk terbuka, hanya saja berkaitan dengan pengutusan personil militer untuk urusan di Taiwan, kedua belah pihak masih tertutup. Beberapa hari ini Congressional Research Service (CRS) AS mengeluarkan laporan yang menunjuk, hingga akhir tahun militer AS mengutus 41 personil.
CRS pada tanggal 19 April memberikan laporan terkait isu pertahanan Taiwan, disampaikan kepada kongres AS untuk ditinjau. Laporan berdasarkan data triwulan Defense Manpower Data Center (DMDC), hingga bulan Desember tahun 2023, ada 41 personil militer AS yang diutus untuk bertugas di Taiwan.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa media Taiwan dan AS ada kalanya memberitakan pengiriman personil militer AS ke Taiwan, berkaitan dengan operasi pelatihan militer maupun pertukaran terkait yang ditunjuk kedua belah pihak, pihak AS tidak memberi komentar.
Laporan triwulan dari Pusat Data Tenaga Kerja Pertahanan saat ini merupakan satu-satunya informasi publik yang dapat ditemukan pemerintah AS mengenai personil militer AS yang ditempatkan di Taiwan.
Laporan tersebut tidak menyebutkan lokasi atau misi dari 41 personil militer AS yang ditempatkan di Taiwan.
Berita terkait yang baru-baru ini menjadi fokus media adalah apakah " Green Berets " Pasukan Khusus Angkatan Darat AS ditempatkan secara permanen di Kinmen untuk melatih pasukan Taiwan.
Situs web berita militer AS SOFREP melaporkan pada awal Maret bahwa Amerika Serikat telah meluncurkan kerja sama militer besar-besaran dengan Taiwan, termasuk pengerahan tiga personil militer AS untuk berpartisipasi dalam operasi pelatihan yang sedang berlangsung di Taiwan.
John Aquilino, komandan Komando Indo-Pasifik A.S., menanggapi anggota Kongres dari Partai Demokrat Jimmy Panetta di Kongres pada tanggal 20 Maret, dengan mengatakan, "Laporan ini tidak benar. Militer A.S. saat ini tidak ditempatkan di sana secara permanen.”, dan pihaknya bersedia untuk berdiskusi selanjutnya dengan Jimmy Panetta dalam pertemuan tertutup.
Mengenai laporan terkait, sebelumnya pada tanggal 14 Maret lalu, Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng mengatakan militer berkomunikasi dengan kelompok atau negara sahabat untuk mempelajari lebih lanjut, saling belajar agar lebih maju, memperbaiki kekurangan yang ada dan memahaminya, ini termasuk cakupan pertukaran dan kerja sama sektor pertahanan.