(Taiwan, ROC) - Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan mengeluarkan siaran pers pada Selasa malam, mengutuk keras klaim juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok bahwa penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan melanggar prinsip "Satu Tiongkok", dan melukiskannya sebagai upaya untuk memutarbalikkan fakta dan melakukan manipulasi politik untuk menghalangi kerja sama keamanan normal antara Taiwan dan Amerika Serikat.
AS mengumumkan disetujuinya penjualan senjata yang mencakup suku cadang dan komponen pesawat non-standar senilai US$330 juta ke Taiwan pada 13 November. Hal ini segera memicu reaksi keras dari Tiongkok yang menegaskan kembali kepatuhannya pada prinsip "Satu Tiongkok".
MOFA menegaskan kembali bahwa keterpisahan Taiwan dan Daratan Tiongkok adalah fakta objektif, dan Tiongkok tidak berhak mencoreng kerja sama normal AS-Taiwan. Menurutnya, Taiwan adalah negara yang berdaulat dan merdeka, dan tidak berada di bawah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Hal ini merupakan status quo saat ini di Selat Taiwan dan merupakan fakta objektif yang diakui oleh masyarakat internasional. Tiongkok tidak berhak menggunakan "Prinsip Satu Tiongkok" yang diproklamirkannya sendiri untuk mencemarkan nama baik kerja sama normal antara Taiwan dan AS, atau untuk mencampuri keputusan kedaulatan negara lain terkait interaksi dengan Taiwan.
MOFA juga menekankan bahwa Taiwan, sebagai anggota kawasan yang bertanggung jawab, secara konsisten berkomitmen untuk mempertahankan status quo di Selat Taiwan, terus meningkatkan kemampuan pertahanan diri, dan bekerja sama dengan AS dan negara-negara lain yang memiliki kepentingan bersama untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Selat Taiwan dan kawasan tersebut.