(Taiwan, ROC) Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC) kemarin (19/11) mengadakan rapat komite, Kementerian Perekonomian mengusung “Pemetaan dan Pencapaian Industri Pesawat Nirawak”, dengan target nilai produksi pesawat nirawak (drone) melampaui NT$40 miliar pada tahun 2030. Menteri NSTC, Wu Cheng-wen (吳誠文) mengatakan, pihaknya akan menyeimbangkan kebutuhan pertahanan nasional dengan pengembangan industri, memanfaatkan kerja sama antarkementerian untuk menciptakan ekosistem industri yang kompetitif dan meningkatkan posisi strategis Taiwan dalam rantai pesawat nirawak.
Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC) mengadakan rapat komite ke-18 kemarin, mengangkat usungan-usungan seperti “Pemetaan dan Pencapaian Industri Pesawat Nirawak” yang diajukan oleh Kementerian Perekonomian
Oktober tahun ini, Yuan Eksekutif menyetujui "Rencana Terpadu Pengembangan Industri Pesawat Nirawak", yang mengalokasikan total NT$44,2 miliar dari tahun ini hingga tahun 2030. Rencana ini, yang dikoordinasikan oleh Kementerian Perekonomian, mengintegrasikan sumber daya dari Dana Pembangunan Nasional, Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC), Komisi Kontruksi Publik, Dewan Urusan Kelautan (OAC), Kementerian Perhubungan, Kementerian Urusan Digital, dan Kementerian Pertahanan Nasional untuk memperkuat litbang independen, integrasi sistem, dan kapabilitas manufaktur lokal untuk pesawat nirawak, yang mendorong peningkatan rantai pasokan dan pengembangan klaster.
Kepala Divisi Industri Logam dan Elektromekanik,Ditjen Pengembangan Industri, Kementerian Perekonomian, Chang Neng-kai (張能凱) menjelaskan, 4 kebijakan utama yang akan diterapkan terdiri atas "memperluas permintaan domestik dan internasional untuk memandu pembangunan industri”, "pengembangan teknologi dan hubungan internasional”, "membentuk klaster dan ekosistem industri," dan "meningkatkan regulasi manajemen yang relevan untuk pesawat nirawak”. Adapun kebijakan ini bertujuan untuk promosi penerapan dalam kemiliteran dan konektivitas hulu dan hilir, membantu perusahaan dalam memperoleh sertifikasi internasional dan berekspansi ke pasar global.
Chang Neng-kai menunjuk, saat ini terdapat sekitar 250 produsen drone di Taiwan, yang memiliki rantai pasokan lengkap yang mengintegrasikan komponen, bahan baku, modul, dan manufaktur pesawat terbang secara menyeluruh. Mereka memiliki keunggulan kompetitif seperti kemampuan produksi yang cepat dan fleksibel. Pada tahun 2024, nilai output industri mencapai NT$5,05 miliar, dan mereka telah memasuki rantai pasokan perusahaan-perusahaan drone komersial global terkemuka. Visi masa depan adalah menjadikan Taiwan pusat rantai pasok drone demokratis di Asia-Pasifik, dengan target mencapai nilai output NT$40 miliar pada tahun 2030.
Menteri NSTC, Wu Cheng-wen (吳誠文) menekankan bahwa drone merupakan komponen krusial dari lima industri tepercaya utama, yang dicirikan oleh sifatnya yang padat teknologi dan beragam aplikasinya. Drone akan memenuhi kebutuhan pertahanan dan pengembangan industri. Di bawah empat strategi utama dan kolaborasi antarkementerian dalam rencana terkoordinasi ini, ekosistem industri yang kompetitif akan dibangun, yang akan memperkuat posisi strategis Taiwan dalam rantai pasokan drone.
Selain itu, NSTC mempresentasikan usungan tentang "Pencapaian Sementara Program Teknologi Net Zero" pada pertemuan tersebut. Sekretaris Jenderal Kantor Kesekretariatan NSTC, Chang Chen-hao(張振豪) menjelaskan, pencapaian utama tersebut mencakup terobosan seperti efisiensi konversi sel fotovoltaik perovskit/silikon yang melebihi 30%, elektrolisis air untuk produksi hidrogen yang mencapai efisiensi energi sebesar 75%, dan kerangka organologam yang meningkatkan kinerja penangkapan karbon hingga 2,5 kali lipat. Terobosan-terobosan ini juga telah terhubung dengan industri untuk verifikasi lapangan, yang mempercepat penerapan teknologi mutakhir.
Wu Cheng-wen mengatakan, teknologi nol bersih merupakan landasan utama bagi masa depan yang berkelanjutan. Pemerintah akan terus mengembangkan teknologi nol bersih yang inklusif melalui kolaborasi antarkementerian, yang menggabungkan inovasi teknologi dan inisiatif berbasis masyarakat, untuk membangun ketahanan iklim nasional.