Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Pelatihan SDM Bertalenta AI Kemenko Tembus 100.000 Orang/ Kali, Kung Ming-hsin: Pengembangan AI Belum Reda  

20/11/2025 13:00
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Kemenko umumkan pelatihan SDM bertalenta AI menembus 100.000 Orang/ Kali (foto: Kemenko)
Kemenko umumkan pelatihan SDM bertalenta AI menembus 100.000 Orang/ Kali (foto: Kemenko)

(Taiwan, ROC) Kementerian Perekonomian mempromosikan program "Pembinaan 200.000 SDM Bertalenta AI di Berbagai Industri”. Menteri Perekonomian Kung Ming-hsin(龔明鑫) kemarin (19/11) menghadiri "Hasil Pencapaian Promosi Pembinaan SDM Bertalenta AI", dan mengumumkan bahwa pelatihan SDM bertalenta AI telah melampaui 100.000 orang per kali. Menko Kung Ming-hsin menekankan bahwa pengembangan AI belum mereda, dan SDM bertalenta AI harus dipersiapkan sejak dini. Untuk itu, Kementerian Perekonomian telah mempromosikan mekanisme sertifikasi iPAS, yang bertujuan untuk membangun ekosistem SDM bertalenta yang lengkap. 

Dalam sambutannya, Menko Kung Ming-hsin menyampaikan, aplikasi AI telah meluas dari manufaktur dan layanan bisnis ke proses di berbagai bidang, yang membawa peningkatan efisiensi dan penghematan biaya yang substansial. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan AI belum mereda, dan SDm bertalenta AI harus dipersiapkan sejak dini. Kementerian Perekonomian sedang mempromosikan mekanisme sertifikasi iPAS antar-kementerian, menggunakan strategi tiga langkah yaitu "pelatihan, pengujian, dan penerapan" untuk membangun ekosistem SDM bertalenta yang lengkap, menjadikan pengembangan SDM lebih presisi dan luas, serta memungkinkan penerapan SDM bertalenta AI di industri nyata. 

Di sektor manufaktur, Ditjen Pengembangan Industri sedang mempromosikan pelatihan langsung untuk membantu perusahaan menguasai teknologi aplikasi AI yang dibutuhkan untuk manufaktur cerdas dan optimalisasi proses. Di sektor jasa, Ditjen Pengembangan Perdagangan telah menyusun peta pengembangan AI untuk industri jasa, merencanakan program pelatihan berjenjang sesuai karakteristik berbagai industri untuk meningkatkan kemampuan adopsi AI di sektor ritel, perhotelan, dan logistik.

Bagi UKM, UMKM dan Startup mempromosikan pelatihan AI mulai dari pengetahuan dasar hingga praktik lini produksi, yang secara komprehensif meningkatkan kemampuan transformasi AI perusahaan dan terus memperluas skala pelatihan. Di bidang profesional dan teknis, Divisi Teknologi berkolaborasi dengan badan hukum untuk membangun lini produksi percontohan AI, menyediakan lingkungan pelatihan praktis untuk desain produk, pengembangan proses, dan pengujian cerdas, serta mengembangkan bakat profesional praktis yang dibutuhkan oleh industri.

Berkaitan dengan daya saing perdagangan luar negeri, Departemen Perdagangan Internasional mempromosikan keterampilan bisnis AI dan pelatihan pemasaran digital, serta menyediakan layanan pelatihan perusahaan yang disesuaikan, memperluas kapasitas pelatihan bakat ke pasar internasional.

Ditjen Pengembangan Industri mencatat bahwa penilaian kompetensi iPAS "AI Application Planner", diluncurkan pertama kali tahun ini, menarik hampir 14.000 peserta ujian, dengan lebih dari 6.500 orang lulus, ini menunjukkan tingginya permintaan dan pengakuan industri terhadap sertifikasi profesional AI.

Kementerian Perekonomian juga aktif mempromosikan mediasi dan pencarian kerja, saat ini, lebih dari 4.500 perusahaan telah berkomitmen untuk memprioritaskan perekrutan, menawarkan kenaikan gaji, atau memberikan insentif kepada individu bersertifikat iPAS. Perusahaan seperti Wistron, Cheng Loong Group, dan Transglobe Life menawarkan bonus sebesar NT$5.000 atau lebih kepada karyawan bersertifikat, yang menunjukkan bahwa penilaian kompetensi AI telah menjadi kriteria penting untuk seleksi dan insentif bakat perusahaan.

Ditjen Pengembangan Industri menyatakan bahwa mereka akan terus mempromosikan kolaborasi antarkementerian dan industri-akademisi-riset, serta akan merencanakan program pelatihan berjenjang dan beragam untuk berbagai kelompok, termasuk lulusan, pencari kerja paruh baya dan lebih tua, karyawan saat ini, bakat asing, dan pekerja dengan shift kerja yang dikurangi. Program-program ini akan dikombinasikan dengan penilaian kompetensi profesional untuk membangun ekosistem bakat AI tempat semua orang belajar dan industri berbagi, membantu perusahaan dalam mengembangkan bakat kunci yang dibutuhkan untuk aplikasi AI dan transformasi digital.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解