Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Pidato Wamenlu Wu di Konferensi Keamanan Berlin: Taiwan dan Eropa Harus Bersama-sama Menghadapi Poros Otoriter  

20/11/2025 12:16
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Pidato Wamenlu Wu di Konferensi Keamanan Berlin: Taiwan dan Eropa Harus Bersama-sama Menghadapi Poros Otoriter .
Pidato Wamenlu Wu di Konferensi Keamanan Berlin: Taiwan dan Eropa Harus Bersama-sama Menghadapi Poros Otoriter .

(Taiwan, ROC) – Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung (吳志中) pada Rabu (19/11) menyampaikan pidato public di Konferensi Keamanan Berlin (BSC), menyebut jika Tiongkok, Rusia, Iran, dan Korea Utara semakin memperdalam kerja sama, membentuk “poros otoriter” lintas wilayah, yang menimbulkan tekanan terhadap demokrasi dan keamanan global. Dirinya menyerukan agar Taiwan dan Eropa dapat bekerja sama dalam memperkuat kolaborasi, berbagi ketahanan, serta menjaga keamanan di kawasan Indo-Pasifik dan Eropa.

BSC merupakan forum keamanan tahunan penting di Eropa, yang diselenggarakan oleh media publik Jerman Behorden Spiegel. Tema tahun ini adalah “Ketahanan yang Andal, Penangkalan yang Dapat Dipercaya”, berfoku pada perang Rusia-Ukraina, ancaman perang hibrida, dan situasi di kawasan Indo-Pasifik. Banyak menteri pertahanan dari berbagai negara, pejabat NATO, dan pakar militer hadir untuk berpartisipasi.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius pada Selasa (18/11) lalu dalam konferensi tersebut mengingatkan jika Laut Baltik sedang berubah cepat dari jembatan penghubung antarnegara Eropa menjadi “garis depan konfrontasi terhadap Rusia”. Insiden-insiden belakangan seperti perusakan kabel bawah laut, pelanggaran wilayah udara, dan penerbangan drone membuat Laut Baltik menjadi arena uji coba bagi Putin untk menguji kemampuan respons Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Wamenlu Wu Chih-chung (吳志中) dalam pidatonya pada Rabu (19/11) mengemukakan, globalisasi membuat keamanan Eropa dan Indo-Pasifik saling memengaruhi, kerja sama negara-negara otoriter menghadirkan tantangan baru bagi blok demokrasi, dan perdamaian di Eropa berkaitan erat dengan stabilitas di Indo-Pasifik.

Wu Chih-chung (吳志中) menunjukkan, Taiwan yang bertempatkan di garis depan Indo-Pasifik, juga merupakan pusat penting industri teknologi dunia, memproduksi sekitar 70% semikonduktor dunia dan lebih dari 95% chip canggih. Jika terjadi krisis di Sselat Taiwan, hal tersebut akan menyebabkan gangguan rantai pasok teknologi paling parah sejak Perang Dunia II.

Terkait kerja sama Taiwan-Eropa, Wamenlu Wu menyebutkan jika anggaran pertahanan Taiwan akan ditingkan menjadi 30 miliar dolar AS pada 2026, dengan target mencapai 5% dari PDB pada 2030, sesuai standar Nato.

Wu menambahkan, Eropa sejak tahun lalu telah beberapa kali mengirim kapal perang melintasi Selat Taiwan, dan Prancis, Iinggris, serta Italia juga mengirim kelompok serangan kapal induk guna ikut latihan di Indo-Pasifik, menunjukkan bahwa Eropa semakin peduli terhadap keamanan Selat Taiwan.

Wamenlu Wu menunukkan, konsep “pertahanan menyeluruh” yang disebut oleh Eropa di Taiwan direalisasikan melalui “pertahanan seluruh masyarakat”, menekankan kerja sama antara pemerintah, militer, perusahaan, dan masyarakat sipil untuk menjaga ketahanan negara.

Wu Chih-chung (吳志中) menuturkan, Taiwan dan Eropa memiliki potensi kerja sama yang tinggi dalam hal ini, termasuk pencegahan informasi palsu, perlindungan siber, stabilitas energy, dan perlindungan infrastruktur kritis. Dirinya juga menyebut jika Taiwan dan Eropa sangat saling melengkapi dalam bidang kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan rantai pasok, di mana pembangunan pabrik TSMC di Dresden menjadi simbol saling percaya antara Taiwan dan Eropa.

Wamenlu Wu mengutip perkataan pendiri TSMC Morris Chang (張忠謀), “Mata uang paling berharga di abad ke-21 adalah kepercayaan”, untuk menekankan hubungan Taiwan-Eropa, sekaligus menyatakan dengan “hari ini bukanlah hari untuk menantang dunia bebas” bahsa Taiwan dan Eropa sebagai mitra blok demokrasi akan bersama-sama menghadapi perluasan poros otoriter dan menjaga stabilitas kawasan.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解