(Taiwan, ROC) -- Menurut pemberitaan media asing, pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT) meminta para anggota parlemen Panama untuk membatalkan kunjungan mereka ke Taiwan. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada Kamis (20/11) menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan Tiongkok yang dianggap kasar dan tidak masuk akal karena berupaya memengaruhi urusan dalam negeri negara lain, serta menyerukan agar semua negara menjalin hubungan dengan Taiwan berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan, serta bersama-sama menghadapi tindakan espansionis Negeri Panda.
Menurut pemberitaan media Associated Press (AP), Kementerian Luar Negeri Panama dan Duta Besar AS untuk Panama Kevin Marino Cabrera pada Rabu (19/11) mengkritik tindakan para diplomat Tiongkok di Panama yang meminta anggota parlemen Panama membatalkan kunjungan mereka ke Taiwan. Kemenlu Panama bahkan menuduh Kedutaan Besar Tiongkok melakukan “intervensi” dalam urusan internal Panama.
MOFA pada malam hari menyatakan bahwa mereka telah memperhatikan pemberitaan media asing terkait isu tersebut. Atas tindakan pemerintah Tiongkok yang berulang kali mencoba memengaruhi urusan dalam negeri negara lain dan menghalangi negara berdaulat lain untuk melakukan pertukaran dan interaksi normal dengan Taiwan, MOFA menyampaikan kecaman keras.
MOFA menunjukkan, Taiwan selalu menjalin hubungan secara terbuka dan bersahabat dengan negara-negara yang sama-sama menjunjung demokrasi, kebebasan, serta menghormati hukum dan hak asasi manusia secara setara. Taiwan juga menyambut kunjungan teman-teman dari negara lain yang mengakui Taiwan dan memiliki pandangan serupa, yang telah memperoleh pengakuan dan penghormatan secara luas di kancah internasional.
MOFA menegaskan jika Republik Tiongkok (Taiwan) dan RRT tidak memiliki hubungan subordinasi. Aktivitas dan hubungan internasional Taiwan yang normal sama sekali tidak boleh dicampuri oleh pihak Negeri Panda. Apalagi, tindakan sewenang-wenang yang melanggar norma diplomatik untuk mencampuri kedaulatan negara lain hanya akan semakin menonjolkan sikap hegemonik rezim otoriter RRT dan memperdalam ketidakpuasan komunitas internasional.
MOFA menyerukan agar pemerintah negara-negara lain mengecam keras tindakan Negeri Tirai Bambu yang mencampuri keputusan kedaulatan negara lain secara tidak semestinya, serta memperkuat hubungan dan kerja sama dengan Taiwan berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan, demi bersama-sama menghadapi ekspansi hegemoni Tiongkok di kancah global.