Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Penghargaan Sastra Migran ke-10 Meningkatkan Pemahaman Keragaman Etnis

23/11/2025 19:55
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Wakil Presiden Rti Chris Liu  (RtiSI)
Wakil Presiden Rti Chris Liu (RtiSI)

(Taiwan, ROC) --- Penghargaan Sastra Migran ke-10 (Taiwan Literature Award for Migran/TLAM) berlangsung sore hari ini (23/11) di Aula Taipei Main Station. Legislator dari partai berkuasa Partai Progresif Demokrat (DPP) Su Chiao-hui (蘇巧慧) yang hadir dalam penyerahan penghargaan TLAM menyampaikan bahwa Penghargaan Satra Migran sudah diselenggarakan selama 10 tahun ini memungkinkan para pekerja migran yang bekerja di Taiwan melalui tulisan merasakan “seperti pulang ke rumah sendiri”, dan merangkai kenangan bersama masyarakat Taiwan. Wakil Presiden Radio Taiwan Internasional (Rti) Chris Liu (劉嘉偉) menyampaikan, Penghargaan Sastra Migran mempromosikan untuk saling pengertian antar berbagai kelompok etnis dan juga membuat setiap pekerja migran dapat menggunakan tulisan mengores kisah hidupnya sendiri.

 Masalah pekerja migran telah menjadi salah satu fokus perhatian masyarakat Taiwan sudah sejak lama, tahun ini “Penghargaan Sastra Migran” telah memasuki tahun kesepuluh, yang mana kali ini berhasil mengumpulkan 166 karya dari 5 negara yang mencatat pengalaman dan perasaan dari kehidupan para pekerja migran dengan latar belakang budaya yang berbeda (termasuk 88 dari Indonesia, 33 dari Vietnam, 27 dari Filipina, 13 dari Thailand, dan lima dari Myanmar). Para juri dengan bahasa ibu masing-masing memilih total 35 karya, dan setelah melalui penerjemahan barulah memilih 8 karya pilihan. Panitia penyelenggara mengelar pemberian penghargaan TLAM ke-10 ini secara khusus memilih aula dari stasiun utama Taipei (TMS) salah satu tempat pekerja migran berkumpul pada hari libur.

 “อาบน้ำหรือยัง” งานเขียนคนไทย ได้รับรางวัลวรรณกรรมผู้ตั้งถิ่นฐานใหม่และแรงงานต่างชาติครั้งที่ 10

Penghargaan Sastra Migran ke-10 (Taiwan Literature Award for Migran/TLAM) berlangsung sore hari ini (23/11) di Aula Taipei Main Station. Foto: Rti

Hadir dalam acara ini Legislator DPP Su Chiao-hui (蘇巧慧) menyampaikan, Penghargaan Sastra Migran tahun ini telah memasuki tahun ke-10, ia sangat senang melihat perkembangan bertahap dari penghargaan sastra migran ini yang membawakan perasaan dan kenangan bersama dari banyak pekerja migran. Selama 10 tahun ini, banyak pekerja migran yang bekerja di Taiwan mengalami perubahan dan sikap Taiwan terhadap pekerja migran juga berubah. “Penghargaan Satra Migran" sebagai saksi perbuaha yang terjadi selama 10 tahun belakangan ini, di kedepannya ia akan terus berupaya, tidak hanya memperjuangkan hak-hak pekerja migran, melainkan juga berharap dapat memberikan panggung di dunia seni dan satra, agar setiap sahabat yang datang ke Taiwan dapat merekam kisah hidup unik melalui musik, sastra maupun video dari semua orang. 

Radio Taiwan Internasional (Rti) yang adalah salah satu penyelenggara Penghargaan Sastra Migran ke-10, Wakil Presiden Rti Chris Liu (劉嘉偉) secara khusus hadir dalam pemberian penghargaan ini, dalam kata sambutannya ia menyampaikan, masyarakat Taiwan adalah masyarakat imigran yang datang ke Taiwan pada tahap yang berbeda-beda, mereka menetap dan menganggap Taiwan sebagai rumah mereka, untuk itu ia berterima kasih kepada “Penghargaan Sastra Migran” yang memberikan wadah untuk saling mengerti dan memahami di antara kelompok etnis serta berbagi pengalaman hidup satu sama lain.

Peraih hadiah utama pada tahun ini adalah Nguyễn Thị Hiền dari Vietnam, tahun ini baru berusia 23 tahun berhasil mengantongi hadiah sebesar NT$150.000 (sekitar Rp.80 juta). Karyanya berjudul “Toko Pangkas Rambut di Atap Rumah” menceritakan barber shop di lantai paling atas sebuah bangunan tua di pasar malam Taichung, barber shop ini tidak bermerek dan tidak memasang papan harga, hanya sebuah bangku plastic dan cermin bundar yang tergantung di dinding, A Mei tidak menerima bayaran uang, hanya menerima buah mangga, biscuit atau sepatah kata terima kasih. A Mei yang telah meninggalkan kampung halaman selama bertahun-tahun, ia yang tidak memiliki rumah sendiri sehingga hanya dengan gunting dan sapaan lembut kepada pekerja migran dari seluruh dunia, hal ini telah mengobati banyak hati yang mengembara. Barber shop ini tidak saja merapikan rambut, tetapi juga memperbaiki keretakan jiwa.

Saat menerima penghargaan, Nguyễn Thị Hiền dengan bahasa Vietnam menyampaikan, ia sangat berterima kasih kepada panitia penyelenggara yang memberikan kesempatan untuk berbagi cerita kehidupan dari mereka yang datang dari berbagai kampung halaman yang berbeda, juga berterima kasih kepada orang-orang di sekelilingnya yang telah memberikan kehangatan dan inspirasi, penghargaan ini merupakah sebuah penyemangat yang besar bagainya, memberikan kekuatan untuk terus menulis keindahan dan kebajikan dalam kehidupannya.

Daftar Pemenang Penghargaan Sastra Migran ke-10

 

First Prize: 1 pemenang NT$150.000

Tiệm cắt tóc trên sân thượngToko Pangkas Rambut di Atap Ruman/ Nguyễn Thị Hiền (Vietnam)

 

Jury Award: 1 pemenang NT$80.000

Phù SaAluvial/Trần Minh HợpVietnam

 

Choice Award: 3 pemenang @NT$20.000

อาบน้ำหรือยังApakah Kamu Sudah Mandi?/ เขมณัช สีหวัลลภ (Thailand)

Ang PagbabalikKembalinya/ Marvin Joaquin Alamag Filipina

Đặt tên cho kẻ mất tiếng: Nguyệt Kiều Và Cái Bóng Của TôiNama Orang yang Kehilangan Suara: Bayanganku dan Nguyệt Kiều/ Phùng Ngọc Phương (Vietnam)

 

Teen Choice Award: 3 pemenang @NT$20.000

Phù SaAluvial/Trần Minh HợpVietnam

Tinta hitam terakhirku/ Veony Tio Angelin (Indonesia)

Pong-pong Birong/ Erin Sumarsini (Indonesia)

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解