(Taiwan, ROC) Kelompok milisi Hamas Palestina menyampaikan, perwakilan tinggi Hamas bertemu dengan penanggung jawab Badan Intelijen Mesir pada tanggal 23 November, membahas perjanjian gencatan senjata di Gaza kedua.
2 anggota Hamas menyampaikan kepada media AFP bahwa, perwakilan Hamas yang dipimpin oleh Khalil Al-Hayya tiba di Kairo, Mesir pada tanggal 22 November dan bertemu dengan Direktur Badan Intelijen Mesir, Mayor Jenderal Hassan Rashad kemarin (23/11).
Hamas mengemuakan, “menegaskan upaya untuk memenuhi komitmennya dalam melaksanakan gencatan senjata tahap pertama, dan menekannya betapa pentingnya menghentikan pelanggaran yang dilakukan oleh Israel”.
Tanpa memberikan rincian lebih lanjut, Hamas menyampaikan pertemuan di Kairo, Mesir untuk membahas perjanjian tahap kedua.”
Pembahasan perjanjian gencatan senjata tahap kedua termasuk pelucutan senjata Hamas, pembentukan otoritas transisi kekuasaan, dan penempatan pasukan stabilitas internasional.
Hamas menolak pelucutan senjata. Berdasarkan dari rencana perdamaian yang diusung Donald Trump yang diloloskan oleh Dewan Keamanan PBB, di masa mendatang Hamas tidak akan diikutsertakan dalam tata kelola pemerintahan Gaza.
Israel-Hamas dalam beberapa hari terakhir ini, saling menuduh tindakan pelanggaran terhadap perjanjian senjata yang dimediasi oleh AS, yang diberlakukan sejak 10 Oktober.
Institusi pertahanan sipil Gaza mengatakan, ada beberapa serangan udara Israel pada tanggal 22 November yang mengakibatkan, 21 orang tewas dan puluhan ornag terluka. Militer Israel mengatakan, seorang teroris “bersenjata” melintasi garis kuning “Gaza Strip”, dan melakukan tembakan ke arah militer Israel, dan Israel telah mundur, tidak melampaui garis kuning.